EKSPOSKALTIM, Bontang - Wakil Walikota Bontang Basri Rase, menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, guna membahas masalah anggaran yang akan dirasionalisasi di tahun 2017, Kamis (12/5/2016)
Basri mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia (PMKRI) tentang rasionalisas anggaran terhadap Daerah di seluruh Indonesia, Kota Bontang termasuk yang mengalami rasionalisasi anggaran tersebut..
“Kota Bontang mengalami rasionalisasi anggaran dari 1,9 triliun menjadi 1,2 triliun. Bahkan, prediksi di tahun depan menurun sekitar 40 persen menjadi 1,04 triliun. Hal ini dinilai karena turunnya harga jual Minyak dan Gas (Migas) dan Batu Bara. Menanggapi hal tersebut, kami juga akan melakukan rasionalisasi terhadap anggaran SKPD,” jelasnya saat ditanya usai rapat.
Hasi Rakor yang disepakati saat ini, lanjut Basri menambahkan, bagaimana cara untuk menurunkan belanja pegawai yang saat ini melebihi ketentuan, sebesar 60 persen dari besar anggaran. Bahkan ia mengaku, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) setuju terhadap pemangkasan tunjangan performa mereka.
“Belanja Pegawai saat ini masih tergolong besar, karena untuk menggaji para pegawai saja sudah mencapai 620 miliar. Sedangkan prediksi anggaran kita kedepannya hanya 1,04 triliun saja, bisa-bisa habis buat menggaji pegawai saja. Dalam kondisi ini, kami sangat apresiasi kepada teman-teman PNS yang mengatakan bersedia untuk dilakukan pemotongan terhadap tunjangan performa mereka,” ungkap Basri.
Basri berharap, rasionalisasi anggaran tidak mempengaruhi kualitas kerja perangkat daerah ditengah kemampuan anggaran saat ini yang tak bisa berbuat banyak. Namun dengan kondisi seperti ini, Basri akan lebih mengevaluasi ketidak seimbangan antara belanja dan pendapatan.
“Saya berharap, dengan adanya rasionalisasi anggaran ini, teman-teman di SKPD tetap melakukan pelayanan secara maksimal. Jangan karena anggaran yang minim, lalu banyak kegiatan yang di hilangkan terkait pelayanan, dan tentu untuk kedepannya saya akan lebih mengevaluasi terhadap kinerja teman-teman semua,” tutupnya.

