EKSPOSKALTIM, Balikpapan- Renovasi Pasar Pandan Sari mendesak dilakukan. Kondisi pasar yang tidak tertata membuat banyak pedagang menggelar dagangan di gedung pasar.
Kondisi ini dikeluhkan pedagang yang menempati kios di dalam pasar karena banyak pembeli yang enggan masuk. Persaingan antara pedagang di dalam dan di luar pasar tidak terhindarkan.
Komisi VI DPR RI yang melakukan kunjungan menyoroti kondisi ini. Selain tidak teratur, banyaknya pedagang yang berjualan di luar pasar membuat kondisi pasar jadi tidak nyaman.
Hal ini diperparah dengan adanya pasar induk tempat penumpukan barang masuk. Kepadatan di luar pasar ini juga membuat arus di sekitar pasar macet.
Pada kesempatan kunjungan itu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyebut renovasi bangunan pasar harus segera dilakukan.
Kata Rizal, secara fisik bangunan pasar sudah harus diremajakan. Persoalan tidak adanya pos anggaran untuk mewujudkan itu membuat wali kota mengadukan hal ini kepada rombongan kunjungan DPR RI.
“Kita usul untuk merenovasi pasar ini. Detail Engineering Design (DED) senilai Rp27 miliar. Di samping perbaikan, kita juga berharap ada pembangunan gedung parkir,” katanya di sela mendampingi kunjungan, Selasa (8/8/).
Rizal menambahkan, adanya gedung parkir akan semakin memudahkan masyarakat berbelanja langsung ke dalam pasar.
“Pengunjung atau konsumen bisa langsung ke lantai 2 atau 3 untuk membeli kebutuhannya. Sehingga pedagang yang ada di dalam juga tidak mengeluhkan sepinya pembeli,” paparnya.
Menanggapi keberadaan pasar induk di sekitar Pasar Tradisional Pandan Sari, wali kota mengatakan harus segera dipindah agar pasar tradisional dapat berfungsi dengan baik.
Kedatangan komisi VI DPR RI meninjau langsung kondisi pasar diharapkan Rizal dapat mengakomodir renovasi melalui APBN.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azan Asman mengatakan, perputaran rupiah di Pasar Tradisional Pandan Sari cukup tinggi dan selalu tumbuh. Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya jumlah pedagang.
Ia juga mengamini jika keberadaan pasar induk harus segera dipindah agar tidak mengganggu transaksi pasar.
“Kalau sudah dipindah, di luar pasar jangan ada ritel lagi. Sehingga pasar yang ada di dalam lebih hidup,” pungkasnya.
Terkait usulan renovasi pasar dengan usulan anggaran lebih dari Rp50 miliar tersebut pihaknya akan membahasnya dengan kementerian terkait dengan melihat anggaran di pusat.
“Kita lihat lagi APBN. Makanya kita harapkan ekonomi baik. Usulan renovasi bersama anggarannya kita bahas dulu ya,” tutupnya.

