EKSPOSKALTIM, Bontang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, mencatat telah terjadi 59 kejadian sejak Januari hingga 4 April 2016 ini. Dari jumlah tersebut, terdapat 64 kasus kebakaran dan 64 kasus penyelamatan.
Kepala BPBD Kota Bontang Ahmad Yani, saat ditemui eksposkaltim di kantornya. Jalan Awang Long Bontang, Senin pagi (4/4/2016) ini, mengatakan bahwa kasus kebakaran masih menjadi persoalan penting di Kota Bontang. Karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan respon time terhadap kasus kebakaran yang terjadi di Kota Taman ini.
“Kami berupaya mempercepat respon time dalam setiap penanganan pemadaman kebakaran yang terjadi di seluruh wilayah Kota Bontang." Kata Yani
"Salah satu percepatan respon time adalah dengan mendekatkan petugas damkar (pemadam kebakaran) dengan pos damkar di tengah-tengah masyarakat, dan menyiapkan masyarakat tangguh agar mampu menangani sendiri gejala terbakar sebelum membesar, kami juga akan memberi pelatihan-pelatihan dan sosialisasi masalah terkait,” Ujar Yani
Ada beberapa hal, lanjut Yani menambahkan, yang mempersulit percepatan respon time penanganan kebakaran, salah satunya jalan akses masuk mobil damkar yang terlalu sempit, sehingga mengakibatkan mobil damkar tidak mampu mendekati objek yang terbakar. Selain itu, tidak tersedianya air di lokasi kebakaran, juga menjadi kendala sehingga pihaknya mesti mengambil air dengan jarak beberapa kilometer dari objek kebakaran. Akibatnya, api sudah terlanjut membesar saat dilakukan pemadaman.
“Tapi kami terus berupaya untuk melakukan terobosan untuk mempercepat respon time. Sehingga jumlah kasus kebakaran di Kota Bontang dapat diturunkan tahun demi tahun,” katanya.
Dari 64 kasus kebakaran yang terjadi, di antaranya sebanyak 1 kejadian kebakaran ditangani oleh masyarakat dengan alat pemadam kebakaran yang ada dan 63 kejadian ditangani oleh BPBD Kota Bontang.
Kasus kebakaran yang paling banyak terjadi di kawasan Bontang Selatan sebanyak 32 kasus. Disusul, Bontang Utara sebanyak 21 kasus, dan Bontang Barat 11 kasus. Dari beberapa kasus kebakaran, paling banyak adalah kasus terbakarnya lahan.
“Kasus kebakaran yang paling sering terjadi di Bontang adalah kasus kebakaran lahan, kami tidak bisa berbuat banyak karena faktor cuaca yang akhir-akhir ini sangat ekstrim, lahan yang begitu luas dan lokasi yang begitu jauh dijangkau oleh unit pemadam selain itu, tidak tersediannya sumber air dilokasi kebakaran sehingga harus mengambil air dengan jarak beberapa kilometer.,” tutupnya.

