EKSPOSKALTIM, Jakarta - Risco (31), seorang karyawan bengkel yang telah ditampung dan diberi pekerjaan oleh ayah korban, justru menjadi sosok di balik pembunuhan keji terhadap Marolop Tua MR. Bocah berusia enam tahun ini sebelumnya dilaporkan hilang di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Pembunuhan Keji yang Menggemparkan
Marolop terakhir kali terlihat bermain di samping rumahnya pada Senin (17/3) sekitar pukul 14.00 Wita. Saat ibu tirinya hendak menidurkannya satu jam kemudian, bocah itu sudah tidak ada di kamar.
Pencarian juga termasuk menyisir di sekitar sungai yang berjarak sekitar 100 meter di belakang rumah korban serta pengeringan sumur di depan rumah korban. Pencarian yang dilakukan keluarga dan warga tak membuahkan hasil, hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi.
Risco yang tinggal serumah dengan korban dan orang tuanya, juga tidak diketahui keberadaannya sejak waktu yang hampir bersamaan dengan hilangnya korban.
Empat hari kemudian, pada Jumat (21/3), Risco tiba-tiba mendatangi rumah korban, yang justru semakin menimbulkan kecurigaan. Orang tua korban pun melaporkan hal ini ke polisi. Setelah dilakukan pemeriksaan, pria asal Batumandi ini akhirnya mengakui perbuatannya.
Modus dan Pengakuan Pelaku
Dalam interogasi yang dilakukan oleh Polres Tabalong, Risco mengaku membunuh Marolop karena merasa terganggu saat tidur. Ia menampar dan mencekik bocah malang itu hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, ia memasukkan jasad korban ke dalam karung sebelum membuangnya ke semak-semak di pinggir jalan lingkar Desa Lingsir, Paringin Selatan, Kabupaten Balangan.
“Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui telah membunuh korban dan membuang jasadnya di belakang Masjid Al Akbar Balangan,” ujar Kepala Humas Polres Balangan, Iptu Eko.
Penemuan Jasad Korban
Pengakuan Risco membawa polisi ke lokasi tempat ia membuang jasad korban. Tim Satreskrim dan Tim Inafis Polres Balangan dikerahkan untuk menyisir area tersebut. Tak lama berselang, jasad Marolop ditemukan dalam kondisi mengenaskan—terbungkus dalam karung, masih mengenakan pakaian lengkap, tetapi telah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Jaraknya sekitar dua meter dari jalan raya.
Jenazah bocah itu segera dievakuasi ke rumah sakit di Tabalong untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses Hukum Berlanjut
Saat ini, Polres Tabalong tengah melanjutkan penyelidikan untuk memproses kasus ini lebih lanjut. Risco harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pembunuhan keji yang telah mengguncang masyarakat Tabalong dan Balangan.
Kasus ini masih dalam pengembangan, dan polisi terus mengusut apakah ada kemungkinan motif lain dan keterlibatan pihak lain dalam kejahatan keji ini.

