EKSPOSKALTIM, Bontang- Anggota Komisi I DPRD Bontang Setyoko Waluyo menyesalkan ketidakhadiran PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dalam rapat pembahasan data keluarga miskin (gakin) dan beasiswa PKT di Kelurahan Guntung.
Ia menyebut, rapat tidak efektif mengingat salah satu dari undangan rapat tersebut tidak hadir. Sementara undangan lainnya, seperti lurah Guntung, ketua Forum 7 RT Sidrap serta masing-masing Ketua RT turut hadir.
"Kalau salah satu ada yang tidak hadir, rapat ini seperti bertepuk sebelah tangan," kata Setyoko dalam rapat yang diselenggarakan di ruang rapat DPRD, Senin (17/4).
Meski begitu, rapat akhirnya tetap berlanjut. Namun, agenda yang awalnya dijadwalkan membahasa gakin dan beasiswa PKT, merambat ke pembahasan lainnya, seperti status 7 Rukun Tetangga (RT) di kampung Sidrap.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai ketidakhadiran pihak PKT, Superintendent Publikasi dan Dokumentasi Departemen Humas Pupuk Kaltim Sugeng Suedi menanggapi hal tersebut. Ia menjelaskan, surat ataupun undangan untuk pertemuan rapat tersebut terlambat datang.
"Pasti kita datang kalau ada undangan seperti itu. Apalagi yang ngundang DPRD. Hanya saja suratnya yang terlambat masuk," pungkasnya.

