EKSPOSKALTIM, Bontang- Total sambungan rumah tangga jaringan gas (jargas) di Bontang saat ini mencapai 5.040 pelanggan. Jargas ini dikelola PT Bontang Migas dan Energi (BME).
Staf Humas dan Pelayanan PT BME Bontang Khoironi mengatakan, total 5.040 pelanggan tersebar di tiga kelurahan, yakni Gunung Elai, Gunung Telihan dan Api-Api.
Dijelaskan, pembangunan sambungan jargas di Kelurahan Gunung Elai dan Api-Api bersumber dari APBN. Artinya, berada di bawah pengelolaan negara dengan jumlah 3.960 sambungan rumah tangga.
“Fasilitas jargas ini sudah masuk 2013 lalu dari APBN,” kata Roni, sapannya, Kamis (20/4) siang.
Sedangkan infrastruktur jargas Kelurahan Telihan berasal dari dana APBD dengan jumlah 1.080 pelanggan. Masyarakat Telihan baru merasakan sambungan jargas di akhir 2015. “Artinya ini fasilitas daerah,” paparnya.
Kelurahan Telihan adalah satu-satunya wilayah yang jargasnya dikelola pemerintah daerah. Hanya saja kedepannya tidak ada lagi wilayah baru yang dibangun jargas menggunakan sumber dana APBD. Karena berdasarkan penerapan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014.
Sebab dari kebijakan tersebut, kata dia, keberadaan PT Bontang Migas dan Energi (BME) sebagai perusahaan daerah memungkinkan digeser oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang direkomendasikan PT Pertamina.
“Dengan adanya peraturan tersebut, maka kewenangan terkait migas dan energi diambil alih pusat. Dengan begitu, tidak lagi di ranah Pemkot.
Termasuk, pengelolaan Jaringan Gas (Jargas) yang ada saat ini. Sama seperti yang sekarang, rencana penambahan 8.000 sambungan dilakukan oleh pusat menggunakan dana APBN,” terangnya.

