EKSPOSKALTIM, Kutim - Tradisi Adat Belimbur warnai puncak penutupan Pesta Adat Pelas Tanah dan Pesona Budaya Kutim tahun 2016, yang berlangsung di Lapangan STQ, Jalan Cut Nyak Dien, Sangatta Utara, Sabtu (20/11).
Namun, Belimbur dalam Pesta Adat Pelas Tanah dan Pesona Budaya Kutim 2016 ini berbeda saat Erau. Pasalnya, Belimbur yang biasanya menggunakan air dalam Erau, namun di penutupan pesta adat ini menggunakan tepung terigu.
Kendati demikian, Ketua Pelaksana Acara Pesta Adat Pelas Tanah dan Pesona Budaya Aji Dahrin Pratono menegaskan, Belimbur yang menggunakan air ataupun tepung maknanya tetap sama.
"Biasanya ini diistilahkan dengan Beconteng, yaitu mengusapkan tepung yang dicampur air ke muka dengan menggunakan jari tangan. Tetapi dengan kali ini, tepung dijadikan seperti air yang disiramkan kepada seluruh orang," jelasnya.
Dia menambahkan, tepung yang digunakan dalam Belimbur ini adalah tepung berwarna putih, melambangkan kebersihan.
"Dari makna Belimbur pun adalah suatu pensucian diri dari pengaruh jahat sehingga kembali suci, agar kita atau lingkungan sekitar juga kembali bersih dari pengaruh yang tidak baik, serta diharapkan terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan," ujarnya.
Usai Belimbur, suasana pun kemudian hening dengan dinyanyikan lagu Indonesia Raya di depan Bendera Merah Putih, yang dibentangkan oleh salah satu komunitas yang ikut berpartisipasi pada acara penutupan pesta adat ini.

