EKSPOSKALTIM, Bontang - Kecelakaan tunggal yang dialami pengendara motor jenis Honda Beat yang menyeruduk mobil truk parkir, di jalan S. Parman (jalan turunan RSUD Bontang sebelum tugu equator), Senin (25/7) kemarin, sekira pukul 17.20 wita, hingga menewaskan pengendara beserta istri dan anaknya, mengakibatkan rasa sesal dan traumatik pada diri si pemiliki truk tersebut.
Ditemui di Kantor Satlantas Polres Bontang, pemiik truk berinisial RT (30) menceritakan bahwa sebelum terjadinya kecelakaan, ia beserta anak dan istrinya yang sedang hamil menempuh perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Selor hendak menuju Kota Balikpapan.
Namun, nasib sial menimpanya saat memasuki wilayah tugu perbatasan poros Bontang Samarinda. Memilih memutar balik arah menuju Kota Bontang, ketimbang tetap berjalan lurus menuju kota tujuan Balikpapan, menjadi sebuah melapetaka yang harus ia sesali. Namun itulah musibah, tak ada yang tahu kapan dan dimana kejadiannya.
“Istri saya di telpon sama orang tua untuk mampir sebentar dirumah keluarga yang berada di dalam gang lokasi kejadian. Kata orang tua mumpung kalian berada didaerah bontang jadi gak ada salahnya kalian mampir untuk bersilaturahmi,” kata warga Jalan Insinyur Soekarno Hatta KM 12 Balikpapan ini, Selasa (26/7).
Baca Juga : [Tragis] Nabrak Truk Parkir, Satu Keluarga Meninggal Ditempat
Saat ditemui di kantor Satlantas Polres Bontang siang tadi, RT (30) warga Jalan Insinyur Soekarno Hatta KM 12 Balikpapan menuturkan sebelum terjadinya kecelakaan tersebut ia beserta istrinya yang sedang hamil beserta 1 orang anaknya mengatakan bahwa dirinya sebelumnya berasal dari arah pelabuhan tanjung selor menuju Balikpapan.
Lebih Lanjut RT menceritakan, setelah memasuki wilayah Bontang, Ia pun berputar arah. Sebab, rumah kerabatnya berada diseberang jalan di jalur 2 yang ada di kawasan TKP tersebut.
“Rumah keluarga kan berada diseberang jalan, jadi saya putar arah menuju arah tugu selamat datang. Setelah sampai di dekat gang, saya parkir mobil saya dengan posisi reting kanan nyala. Beberapa menit saya membelakangi, saya mendengar suara seperti ledakan ban, makanya saya berlari menghampiri mobil. Dan disitu, saya melihat ada 3 orang dan 1 motor yang tergeletak,” terangnya.
Atas pristiwa tersebut, RT kini harus diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dan rencananya, hari ini RT akan ditemani pihak kepolisian untuk mengunjungi rumah duka (rumah korban), dengan maksud bersilaturahmi dan turut berbela sungkawa.(*)

