PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tumpahan Minyak, Balikpapan Ditetapkan Darurat Lingkungan

Home Berita Tumpahan Minyak, Balikpap ...

Tumpahan Minyak, Balikpapan Ditetapkan Darurat Lingkungan
Tumpahan minyak masih terlihat di tepi pantai Kemala dan dikabarkan meluas hingga ke pantai Stal Kuda, Senin (2/4). (EKSPOSKaltim/Hendra)

EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Status darurat lingkungan akhirnya dikeluarkan Pemkot Balikpapan atas kasus tumpahnya minyak di teluk Balikpapan. Sehingga, masyarakat terutama yang tinggal di pesisir pantai diimbau untuk berhati-hati dengan aktivitas yang berhubungan dengan api.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Suryanto mengatakan, imbauan yang sifatnya juga larangan itu dikarenakan kondisi minyak yang saat ini juga terdapat di pesisir pantai dianggap berbahaya karena sewaktu-waktu bisa menimbulkan api.

"Itu tadi saya sampaikan di rapat gabungan bersama instansi terkait dan ternyata dibenarkan oleh pihak dari Kementerian ESDM, bahwa bahaya jika ada nyala api di dekat tumpahan minyak," kata Suryanto yang ditemui di kantor Wali Kota Balikpapan, Senin siang (2/4/2018).

Baca Juga: Walhi Desak Pemkot Balikpapan Menggugat Pencemar Teluk Balikpapan

Pemkot bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP juga mengumpulkan perusahaan yang memiliki fasilitas untuk membersihkan tumpahan minyak. Salah satunya dengan teknik oil boom.

"Kalau banyak oil boom maka bisa menjaring tumpahan minyak lebih luas, dan nantinya penyebaran oil boom menggunakan tugboat agar minyak bisa dibawa ke pinggir untuk dilakukan penyedotan," terangnya.

Berdasarkan pantauan DLH, penyebaran tumpahan minyak sudah sampai di kawasan pantai Stal Kuda sebelum bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Sedangkan di kawasan Balikpapan Barat kondisinya fluktuatif.

"Di Balikpapan Barat kemarin kosong, tidak ada tumpahan minyak. Hari ini juga sama tapi itu sesuai kondisi pasang surut air laut. Jadi kalau pasang, minyaknya terikut, saat surut ya minyak hilang," jelasnya.

Tumpahan minyak juga telah masuk ke kawasan muara dan sungai seperti di sungai Somber dan sungai Kariangau. Kondisi ini juga cukup membahayakan ekosistem dan habitat yang ada di kawasan hutan mangrove.

"Sudah masuk ke sungai dan airnya jelas terkontaminasi dan dikategorikan B3 karena bahan berbahaya, kemudian dari sisi udara juga berbau hingga ke kawasan rumah dinas Pemda di Balikpapan Baru," ungkap mantan Kepala Bappeda ini.

Baca Juga: Pantai Teluk Balikpapan Ditarget 4 Hari Bersih Minyak

Pihaknya juga telah mengambil sampel tanah khususnya di kawasan hutan mangrove. "Kalau kembali ke udara, secara kualitas masih normal. Sedangkan kualitas tanah masih diteliti di laboratorium," ucapnya.

Pemkot juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki asal minyak dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden kebakaran dan pencemaran teluk Balikpapan. Hasil dari penyelidikan juga tergantung dari keluaran sampel yang diuji.

"Kalau DLH berada di bawah tim koordinasi dari Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, jadi data-data dari kami masuk ke sana dan ini sudah menjadi persoalan nasional," bebernya.

Sementara adanya temuan ikan lumba-lumba yang ditemukan mati terdampar di pantai Klandasan belum bisa dikomentari lebih jauh oleh DLH. "Lumba-lumba mati itu merupakan tanda sudah bencana lingkungan. Ini peringatan keras," tegasnya.

Sedangkan adanya imbauan dari BMKG agar masyarakat tidak memanfaatkan air hujan karena terkontaminasi minyak, DLH membenarkan karena bisa mengandung zat berbahaya.

"Saya pikir, masyarakat ikuti saja saran BMKG untuk sementara tidak memanfaatkan air hujan," pesan Suryanto yang berharap permasalahan lingkungan yang seperti ini tidak terulang lagi di Balikpapan.

Baca Juga: Asal Minyak di Teluk Balikpapan Masih Samar, Mamalia Laut Mati

"Mudah-mudahan dengan upaya keroyokan dari beberapa perusahaan untuk pembersihan teluk membuahkan hasil maksimal dan proses hukum juga tetap jalan," tegasnya.

Pemkot Balikpapan juga belum memberikan santunan terhadap keluarga korban yang tewas saat kebakaran besar akibat tumpahan minyak terjadi di teluk Balikpapan pada 31 Maret lalu. Alasannya menunggu pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Tonton juga video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :