EKSPOSKALTIM, Bontang – Dalam waktu dekat, DPRD Bontang melalui Komisi II akan melobi pemerintah pusat terkait pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), dan perluasan fasilitas Jaringan gas (Jargas) di Kota Bontang. Hal itu sebagai upaya dalam menjadikan Kota Bontang sebagai “City Gas”.
“Kita akan lakukan perjuangan, menjadikan Bontang menjadi City gas. Dalam waktu dekat, seminggu atau tidak dibulan Agustus ini, kita akan lakukan lobi langsung ke pemerintah pusat. Dalam hal ini, langsung dengan Sekjen (Sekertaris Jendral) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), untuk membahas pembangunan SPBG dan perluasan Jargas,” kata Ketua Komisi II Ubaya yang didampingi Wakil Ketua Komisi II Arif, saat ditemui di gedung DPRD Bontang, Senin siang (25/7/16) kemarin.
Ubaya menambahkan, upaya yang dilakukan adalah membantu pemerintah untuk melakukan lobi ke pihak pusat. Dengan itu, pembangunan SPBG dan Jargas mampu diakomodir dengan sumber dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Pembangunan SPBG dan Jargas ini, saya rasa akan tidak bisa kita realisasikan jika hanya terpaku dengan dana APBD saja. Sudah cukup kita bermanja-manja pada tahun-tahun sebelumnya, dengan APBD yang besar. Sehingga, yang perlu kita lakukan adalah gencar melobi ke pemerintah pusat, karena masih banyak sumber dana berasal dari sana,” tandasnya.
Ubaya menjelaskan, dengan harapan fasilitas-fasilitas seperti yang diberikan oleh pemerintah, mampu memberikan layanan yang maksimal, dan dampak baliknya dapat membantu meningkatnya Penghasilan Asli Daerah (PAD).
“Kita tahu PAD kita masih sangat minim, Dengan inilah, kita bisa optimalkan fasilitas umun lainya. Jelas disektor retribusi akan kita maksimalkan,” pungkasnya

