PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WALIKOTA NENI: PEREMPUAN HARUS AMBIL ANDIL DALAM PEMBANGUNAN

Home Berita Walikota Neni: Perempuan ...

WALIKOTA NENI: PEREMPUAN HARUS AMBIL ANDIL DALAM PEMBANGUNAN
Foto bersama Walikota Bontang Neni Moerniaeni (depan;enam dari kiri) dengan sejumlah kepala daerah, saat menghadiri acara Forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala Daerah se Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/9). FOTO : HUMAS : PEMKOT

EKSPOSKALTIM, Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni akan berkomitmen mewujudkan kebijakan pembangunan di Bontang, dengan memprioritaskan perencanaan dan penganggaran responsif gender. Hal itu disampaikan Wali Kota saat menghadiri acara Forum Komunikasi Pemimpin Perempuan Kepala Daerah se Indonesia, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Kamis (8/9) di Jakarta.

Kata Neni, berbagai permasalahan terkait program pemberdayaan perempuan, pencegahan trafficking dan perlindungan anak saat ini memang menjadi perhatian khusus.

“Ini adalah tantangan baru buat saya. Banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan tentu harus ada langkah nyata untuk menekan jumlah itu. Jadi penting untuk membuat kebijakan yang memprioritaskan perencanaan dan penganggaran responsive gender,” katanya.

Memang hal itu kata dia tak mudah. Saat ini masih ada tantangan lain yang dihadapi. Yakni, sulitnya perempuan menjadi pemimpin karena saat ini kecenderungan dominasi budaya masih sangat kuat. Di mana pandangan kultural dan tafsir agama yang sempit menjadi salah satu alasannya.

“Bisa juga faktor-faktor struktural, berupa kebijakan publik dan aturan organisasi yang belum ramah perempuan, anak dan keluarga,’’ kata dia.

Menjadi pemimpin perempuan sebagai kepala daerah tidak bisa tiba-tiba, melainkan harus melalui proses penempatan mental sosial dan intelektual di masyarakat. Pemimpin itu tidak selalu tercipta secara alamiah melainkan dapat diciptakan melalui proses-proses interaksi sosial.

‘’Prinsip kepemimpinan dan sikap moral pemimpin harus berbekal ilmu pengetahuan manajemen, mampu mempengaruhi seseorang atau kelompok, bekerja berdasarkan peraturan, mengsejahterakan rakyat yang dipimpinnya, berperilaku bersih dan santun, serta selalu meningkatkan ilmu pengetahuannya, dan selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa,” tukasnya.

Neni juga melanjutkan, membangun perempuan Bontang pada esensinya adalah membangun kualitas sumberdaya manusia yang menjadi modal dasar untuk memacu berbagai aspek pembangunan lainnya menuju Bontang yang sejahtera lahir dan batin.

Oleh sebab itu, membangun perempuan yang berkualitas akan memiliki dampak reflikasi terhadap kemajuan bangsa, sebab bangsa dan negara yang maju karena didukung oleh  perempuannya yang maju. Untuk mencapai sebuah kemajuan bangsa menuntut kerjasama sinergi semua kelompok masyarakat laki-laki dan perempuan baik yang ada di ranah pemerintahan maupun ranah kemasyarakatan serta bisnis.

“Ketiga entitas besar tersebut menjadi satu kesatuan yang saling mempengaruhi terhadap maju dan mundurnya kota kita,” pungkasnya. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :