Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, PKK Berau mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan kesiapan spiritual agar ibadah puasa berjalan optimal.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Tim Pembina Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, membagikan sejumlah panduan agar masyarakat tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa Ramadan.
Ketua PKK Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis, menekankan pentingnya menjaga pola makan dan aktivitas fisik ringan agar tubuh tetap prima selama berpuasa.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan saat Ramadhan melalui olahraga ringan seperti jalan kaki, menjaga pola makan seimbang, konsumsi vitamin, serta istirahat cukup agar ibadah puasa dapat dijalani dengan baik,” ujarnya di Tanjung Redeb, Rabu (18/2).
Ia menyarankan masyarakat tidak melewatkan sahur serta memilih asupan yang tepat, seperti karbohidrat kompleks dan protein, serta menghindari makanan berminyak berlebihan seperti gorengan.
Saat berbuka puasa, ia menganjurkan untuk memulai dengan air putih, kurma, atau buah-buahan, kemudian melaksanakan ibadah terlebih dahulu sebelum mengonsumsi makanan utama yang bernutrisi seimbang dan kaya protein.
Selain kesiapan fisik, Sri Aslinda juga menyoroti pentingnya kesiapan spiritual. Menurutnya, Ramadhan harus dimaknai sebagai momentum peningkatan kualitas ibadah dan pengendalian diri.
https://eksposkaltim.com/berita-16292-guru-saiful-beda-puasa-jangan-bikin-tumbur.html
“Ramadhan adalah bulan diwajibkan orang-orang beriman berpuasa sebagai sarana memperbaiki diri dan meraih derajat takwa. Setiap amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya,” katanya.
Sebelumnya, saat menghadiri kegiatan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Baitul Hikmah Tanjung Redeb, ia turut mendoakan agar umat Muslim diberikan kesehatan dan kekuatan menjalani bulan suci.
Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut merupakan kolaborasi PKK Berau bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Berau untuk membangkitkan semangat masyarakat menyambut Ramadhan.
Sri Aslinda juga mengingatkan bahwa Ramadhan identik dengan semangat berbagi, dan sedekah tidak selalu berbentuk uang, tetapi bisa berupa makanan, pakaian, atau bantuan lain bagi yang membutuhkan.
“Kami mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiah. Perbaiki diri selama Ramadhan dan pertahankan kebaikan setelah Ramadhan,” ujarnya.

