PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

OPINI : Urgensi dan Konsekuensi Moderasi Beragama di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19

Home Berita Opini : Urgensi Dan Konse ...

OPINI : Urgensi dan Konsekuensi Moderasi Beragama di Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19
Kelompok KKN-DR 17 Mahasiswa UINSI Samarinda. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM - Apa sih moderasi beragama? Pasti kalian sudah sering mendengar tentang moderasi beragama tapi banyak juga dari kalian yang belum begitu paham arti sebenarnya dari moderasi beragama. Di sini, kami akan membahas tentang pertanyaan yang kalian baca diawal paragraph dan saya ingin mengajak kalian belajar lebih banyak lagi tentang moderasi beragama agar kehidupan kita lebih tentram. Mulai dari pengertian, syarat dan bentuk moderasi beragama, dampak positif dan negatif moderasi beragama, serta alasan mengapa kita harus menjunjung tinggi moderasi beragama.

Menurut Moh. Mahfud MD moderasi beragama itu adalah beragama secara sungguh-sungguh, tetapi bersikap toleran terhadap perbedaan dan itu ada didalam negara kita, negara Pancasila. Di Indonesia sendiri merupakan sebuah negara yang kaya akan suku dan agama, maka perlu adanya sikap toleransi agar terciptanya kerukunan masyarakat yang penuh dengan perdamaian antar umat beragama. Jadi, moderasi beragama adalah sebuah cara pandang seseorang tentang bagaimana memahami dan mengamalkan ajaran agama agar selalu tetap dijalan yang benar dan bisa saling menghargai satu sama lain.

Didalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 143 dijelaskan bahwa Allah menyatakan bahwa kaum muslimin dijadikan ummatan wasathan.

Artinya : Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Ada tiga kriteria penting dalam menerapkan sikap moderasi beragama:

1. Memiliki wawasan dan pengetahuan yang universal.

2. Mampu mengendalikan emosi dalam diri.

3. Selalu bersikap hati-hati.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia merupakan negara yg memiliki banyak keberagaman suku, bangsa, bahasa, budaya, adat istiadat, dan agama. Indonesia belakangan ini seringkali diterpa isu radikalisme. Banyak sekali gerakan yang mengatasnamakan kelompok tertentu yang mana bisa dilihat  tiap hari ada saja bermunculan serta terang-terangan menyuarakan ideologi dari masing-masing kelompok tersebut.

Salah satu implementasi dari moderasi beragama itu sendiri yakni toleransi. Toleransi adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai serta bisa menerima perbedaan pendapat antar kelompok atau antar individu, baik itu dalam khalayak yang berskala kecil ataupun skala besar agar terciptanya lingkungan yang harmonis.

Langkah penerapan toleransi dalam beragama

1.  Menonjolkan segi-segi persamaan dalam agama; tidak memperdebatkan segi-segi perbedaan dalam agama.

2. Melakukan kegiatan sosial yang melibatkan para pemeluk agama yang berbeda.

3. Meningkatkan pembinaan individu yang mengarah pada terbentuknya pribadi yang memiliki budi pekerti yang luhur akhlakul karimah.

Mengapa Moderasi Beragama itu penting? Karena moderasi beragama itu mengajarkan kita untuk menyadari bahwa perbedaan itu adalah sunnatullah, mengetahui bahwa Pancasila adalah cerminan nilai asli masyarakat, keanekaragaman adalah fitrah bangsa, bangsa Indonesia adalah bangsa beragama.

Banyak dampak yang kita dapat dari moderasi beragama itu sendiri entah dari dampak positif maupun dampak negatif, diantar lain yaitu seperti menurut salah satu mahasiswa UINSI Samarinda, Rosnani mengatakan dikehidupan masyarakat yaitu betapa banyak serta luasnya potensi masyarakat Indonesia yang bisa memajukan serta memakmurkan negara tercinta ini, apabila keberagaman ini menjadi satu dan bersatu demi NKRI, sebagaimana semboyan kita yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu juga”.

Tak lepas dari dampak positif dari apa yang kita pelajari serta lakukan, selalu saja ada dampak negatif. Seperti hal dampak negatif dari keberagaman dalam bermasyarakat ialah munculnya konflik-konflik atau perpecahan antar bangsa yang disebabkan oleh keberagaman serta perbedaan pendapat dari masing-masing individu. Meskipun Indonesia tergolong negara damai, nyatanya ada saja konflik-konflik yang terjadi karena perbedaan atau keberagaman itu sendiri, yang disebabkan tidak bisanya seseorang atau sekelompok orang dalam mengontrol emosinya serta menjernihkan pikirannya agar dapat menyelesaikan masalah yang terjadi dengan kepala dingin dan hati yang tenang.

Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat majemuk dengan berbagai macam suku, Bahasa, budaya, dan agama. Indonesia juga merupakan negara yang agamis walaupun bukan negara berdasarkan agama tertentu. Moderasi beragama juga penting untuk digaungkan dalam konteks global dimana agama menjadi bagian penting dalam manifestasi peradaban dunia yang bermartabat.

Penulis : Kelompok KKN-DR 17 Mahasiswa UINSI Samarinda.

(Artikel di atas menjadi tanggung jawab si penulis, buka redaksi EKSPOSKaltim.com)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%50%50%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :