EKSPOSKALTIM - Pembunuhan bocah enam tahun di Tabalong, Kalimantan Selatan, menyisakan tanda tanya besar. Benarkah pelaku, Risko (31), tega menghabisi nyawa korban hanya karena tidurnya terganggu?
Sejumlah warganet skeptis. Mereka menduga ada motif lain di balik tindakan keji ini. "Yang saya dengar, pelaku nekat karena tak terima diampihi [diberhentikan] oleh ayah korban," tulis salah seorang netizen di Facebook.
Spekulasi ini pun viral, membuat publik semakin penasaran. Namun, benarkah ada alasan lain di balik aksi brutal ini?
Polisi Buka Suara
Untuk memastikan kebenarannya, media ini menghubungi Kepala Humas Polres Tabalong, Iptu Joko Sutrisno.
"Tidak benar, motif sementara hanya karena tidurnya terganggu oleh korban," singkat Joko saat dikonfirmasi, Minggu (23/3).
Risko, yang merupakan karyawan bengkel dan sudah ditampung serta diberi pekerjaan oleh ayah korban, justru menjadi pelaku utama dalam kasus tragis ini.
Sampai saat ini penyidikan kepolisian masih terus berlangsung.
Kronologi Kejadian
Senin (17/3) sekitar pukul 14.00 WITA, Marolop terakhir kali terlihat bermain di samping rumahnya. Satu jam kemudian, saat ibu tirinya hendak menidurkannya, bocah itu sudah menghilang.
Panik, keluarga dan warga melakukan pencarian besar-besaran. Sungai di belakang rumah, sumur di depan rumah, hingga berbagai sudut desa disisir. Sayangnya, nihil. Marolop benar-benar lenyap.
Menariknya, Risko—yang tinggal serumah dengan korban—juga ikut raib dalam waktu bersamaan. Empat hari kemudian, Jumat (21/3), ia tiba-tiba muncul di rumah korban. Gerak-geriknya mencurigakan, membuat orang tua Marolop langsung melapor ke polisi.
Setelah diperiksa intensif, Risko akhirnya buka suara. Ia mengaku telah membunuh bocah malang tersebut.
Modus Pembunuhan
Dalam interogasi, Risko mengklaim ia membunuh karena merasa terganggu saat tidur. Ia menampar dan mencekik Marolop hingga tak bernyawa. Untuk menghilangkan jejak, ia memasukkan jasad korban ke dalam karung dan membuangnya ke semak-semak di pinggir jalan lingkar Desa Lingsir, Paringin Selatan, Kabupaten Balangan.
"Setelah dilakukan interogasi, pelaku mengakui telah membunuh korban dan membuang jasadnya di belakang Masjid Al Akbar Balangan," ujar Kepala Humas Polres Balangan, Iptu Eko.
Penemuan Jasad yang Mengenaskan
Berdasarkan pengakuan Risko, polisi menyisir area tempat ia membuang jasad korban. Benar saja, mereka menemukan karung berisi tubuh Marolop dalam kondisi membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Jaraknya hanya sekitar dua meter dari jalan raya.
Jenazah segera dievakuasi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Proses Hukum Berlanjut
Polisi terus mendalami kasus ini. Apakah benar motifnya hanya karena tidurnya terganggu? Atau ada faktor lain yang belum terungkap? Apakah ada pihak lain yang terlibat?
Masyarakat Tabalong dan Balangan menanti kejelasan. Satu hal yang pasti: keadilan harus ditegakkan!
(Tunggu update selanjutnya di EKSPOSKALTIM!)

