Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Warga pesisir Kota Balikpapan dan sekitarnya diminta waspada terhadap potensi pasang laut tinggi yang diprakirakan mencapai 2,9 meter pada Minggu (13/7) pukul 08.00 Wita.
Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Sepinggan, Diyan Novrida, menyebut pasang laut bisa berdampak pada tambak, aktivitas pelabuhan, hingga menyebabkan banjir rob.
“Pasang tinggi bisa merendam tambak, mengganggu aktivitas warga, bahkan air laut bisa masuk ke permukiman yang berada dekat pantai,” ujarnya di Balikpapan, Sabtu (12/7).
Selain Balikpapan, kawasan lain yang juga terdampak adalah Samboja (Kukar), Penajam Paser Utara, dan Paser. Wilayah-wilayah ini diketahui memiliki banyak tambak aktif yang rentan terkena limpasan air laut saat pasang.
BMKG juga memperingatkan potensi pasang laut di beberapa lokasi lain di Kalimantan Timur. Di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), pasang tertinggi diperkirakan 2,8 meter pada 13 Juli pukul 08.00 Wita, dan surut terendah 0,4 meter pada 14 Juli pukul 15.00 Wita.
Sementara itu, di Teluk Sangkulirang, pasang tertinggi terjadi Sabtu pagi (12/7) sebesar 2,5 meter. Di Muara Sungai Berau, ketinggian pasang mencapai 2,8 meter pada pukul 09.00 Wita, dan surut terendah diprediksi 0,3 meter pada 14 Juli pukul 04.00 Wita.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi banjir rob dan bahaya bagi anak-anak yang bermain di sekitar pantai.

