PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Peran 'Sniper' Gang Langgar, Polisi Mata-Mata di Kampung Narkoba Samarinda

Home Berita Peran 'sniper' Gang Langg ...

Dugaan keterlibatan anggota Brimob dalam jaringan narkoba Gang Langgar, Samarinda, memasuki babak baru setelah Bareskrim Polri mendalami perannya sebagai "sniper" atau pengawas yang bertugas memantau pergerakan aparat di kawasan peredaran narkoba tersebut.


Peran
Oknum personel Brimob Polri yang diduga terlibat sindikat narkoba Gang Langgar Samarinda, Bripka Dedy Wiratama (tengah), dimasukkan dalam ruang patsus usai menjalani sidang etik. ANTARA/HO-Dittipidnarkoba Bareskrim Polri

EKSPOSKALTIM, SAMARINDA — Pengusutan jaringan narkoba Gang Langgar, Samarinda, terus berkembang. Bareskrim Polri kini mendalami peran Bripka Dedy Wiratama, oknum Brimob yang diduga terlibat dalam operasional jaringan narkoba yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut.

Bripka Dedy dibawa ke Jakarta pada Jumat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Penyidik menduga yang bersangkutan berperan sebagai "sniper" atau pengawas lapangan dalam jaringan tersebut.

Kanit III Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kompol Drago mengatakan peran tersangka diduga memantau situasi di sekitar Gang Langgar dan memberikan informasi apabila terdapat pergerakan yang dianggap mencurigakan.

"Terkait sudah berapa lamanya terlibat masih kami dalami lagi," kata Drago.

Menurut dia, tugas yang dijalankan tersangka antara lain mengawasi keberadaan orang-orang yang dianggap dapat membahayakan aktivitas peredaran narkoba di kawasan tersebut, termasuk apabila terdapat pergerakan aparat kepolisian.

Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut. Sejauh ini, Dedy merupakan satu-satunya oknum dari unsur kepolisian yang telah diamankan dalam perkara tersebut.

"Untuk semua oknum yang terlibat dalam peredaran narkotika sesuai perintah dan petunjuk pimpinan akan semua kami tangkap," ujar Drago.

Setibanya di Gedung Awaloedin Bareskrim Polri, Jakarta, Dedy langsung dibawa menuju area rumah tahanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia tampak mengenakan kemeja berwarna biru gelap dan tidak memberikan tanggapan saat dicecar pertanyaan wartawan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang sebelumnya membongkar jaringan peredaran narkoba di Gang Langgar, Samarinda.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan Subdit IV dan Satgas Narcotic Investigation Center (NIC) mengamankan 11 tersangka beserta sejumlah barang bukti narkotika.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso sebelumnya mengungkapkan jaringan tersebut diduga telah beroperasi selama sekitar empat tahun.

Selain itu, peredaran narkoba di kawasan tersebut disebut memiliki nilai transaksi yang cukup besar. Penyidik memperkirakan omzet penjualan narkoba di Gang Langgar mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta per hari.

Pengungkapan dugaan peran "sniper" dalam jaringan tersebut menjadi temuan penting bagi penyidik karena menunjukkan adanya mekanisme pengawasan internal yang diduga digunakan untuk menjaga aktivitas peredaran narkoba tetap berjalan dan mengantisipasi keberadaan aparat penegak hukum. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :