EKSPOSKALTIM, Bontang - Wakil Walikota Bontang Basri Rase menyampaikan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk tidak meminjam dana ke lembaga perbankkan, kendati saat ini Bontang mengalami devisit Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) 2016.
Pemerintah Kota Bontang tak ingin melakukan hal yang sama seperti dilakukan sejumlah daerah di Indonesia, yang juga mengalami kondisi devisit tersebut.
Komitmen tersebut didasari berbagai pertimbangan. Namun pada intinya kata Basri, meminjam dana ke lembaga perbankkan untuk menutup devisit bukan cara yang benar.
"Saat ini memang kita mengalami devisit anggaran, namun sampai sekarang untuk meminjam dana itu belum ada rencana. Tidak apa-apa lah kita bersakit-sakit dahulu," ucap Basri belum lama ini, saat ditemui di kantor Pemerintah Kota Bontang, Bontang Lestari, Jumat (30/9) siang.
Lanjut Basri mengatakan, untuk meminjam dana ke lembaga perbankkan itu tidaklah mudah, ditambah lagi bunganya terhitung cukup besar.
"Meminjam itu bunganya juga tinggi, bisa mencapai 7 hingga 8 persen. Saat ini kita siasati saja agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan," ungkapnya.
Tak hanya masalah bunga, tetapi peminjaman dana juga harus melalui proses perizinan yang terbilang ribet.
"Harus ada persetujuan dari Gubernur, Kementerian Keuangan RI, dan proses atau persyatan lainnya,” tandasnya.(Adv)

