EKSPOSKALTIM, Mahulu - Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) belum lama ini menggelar pertemuan dengan pihak PLN Rayon Melak dan sejumlah tokoh masyarakat.
Pertemuan yang digelar di Lamin Adat Jalan Poros Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun pada Kamis (27/10) lalu, membahas sejumlah keluhan terkait kinerja PLN yang dinilai belum maksimal hingga saat ini.
Bupati Kabupaten Mahakam Ulu, Bonifasius Belawan Geh menerangkan bahwa hingga saat ini belum ada titik temu terkait sekelumit masalah kinerja PLN ke masyarakat Kabupaten Mahulu.
"Pertemuan ini sudah beberapa kali dilaksanakan, namun untuk solusi masalah ini belum selesai, dan PLN belum bisa bekerja secara maksimal dalam mengambil keputusan terkait masalah yang ada di masyarakat, baik itu pemasangan meteran dari prabayar ke pascabayar, maupun masalah pelayanan itu sendiri," geram Bupati.
Olehnya, ia meminta pihak PLN segera menata ulang empat poin penting yang harus diterapkan diantaranya memperbaiki kinerja, perbaikan managemen, perbaikan pelayanan, dan menuntaskan masalah pergantian meteran .
"PLN harus bergerak cepat untuk mengevaluasi dan memperbaiki 4 poin tersebut, sebab 4 poin tersebut adalah salah satu kendala untuk melancarkan visi misi pemerintah Kabupaten Mahulu untuk masyarakat," tuturnya.
Kendati 2 bulan terakhir ini listrik sudah aktif 24 jam, dibanding semula aktif 6 hingga 12 jam saja, namun Bupati menilai pelayanan listrik ke masyarakat Mahulu belum maksimal.
Sementara, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Mahakam Ulu, Irawan sanjaya, menyebutkan keluhan terhadap kinerja PLN merupakan permasalahan nasional yang sudah lazim terjadi di daerah manapun.
Kendati demikian, Irawan berharap keempat poin yang ditekankan Bupati Mahulu segera dilaksanakan oleh pihak PLN.
"Saya berharap pihak pln benar-benar mencerna dan melaksanakan apa yang dikatakan Bapak Bupati tadi, sehingga pelayanan listrik 24 jam yang tengah dinikmati masyarakat Mahulu terus berjalan," pungkasnya.(*)

