EKSPOSKALTIM.COM, Bontang- Dua orang penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang merupakan gelandangan dan pengemis (Gepeng) digiring ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Jum'at (21/7) pagi tadi.
PMKS ini merupakan pasangan suami istri bernama Romli (50) dan Mariana (45). Keduanya diketahui berasal dari pulau Madura, Jawa Timur yang baru tiba di Kota Bontang sekitar dua hari yang lalu.
Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Bontang Sunaryo mengatakan, keduanya diangkut lantaran kehadiran Romli dan Mariana di Kota Taman cukup meresahkan warga Bontang.
"Tempat mereka itu diwarung-warung makan, jadi kadang pembeli merasa risih gitu. Makanya kita amankan karena ada laporan dari masyarakat," kata Sunaryo kepada Ekspos Kaltim, di Kantor Satpol PP, Jalan Awang Long, Bontang Baru.
Ia mencurigai, PMKS ini memiliki bos atau majikan yang sengaja mempekerjakan mereka di area-area tertentu. Namun, sejauh ini upaya aparat untuk mendeteksi kebenaran tersebut belum ada hasil.
"Ada indikasi mereka ini ada bosnya. Mereka ini juga berkelompok dan jika ingin beraksi diantar pakai motor atau mobil. Cukup licin juga sih, karena belum pernah kita tangkap basah," ujarnya.
Lanjut Sunaryo, kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi, dan rata-rata PMKS berasal dari luar Bontang. Untuk sementara waktu, Romli dan Mariana akan ditahan di kantor satpol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Kalau perlu kita akan lakukan pembinaan dulu, Setelah itu baru kita serahkan ke Dinas Sosial Provinsi," cetusnya.
Sementara itu, saat Ekspos Kaltim mencoba bertanya seputar kehadirannya di Kota Taman, Romli yang berlogat Madura itu mengaku, meninggalkan kampung halaman hanya alasan kebutuhan hidup yang menurutnya amat sulit mencari nafkah dibanding daerah lain.
"Makan saja susah di kampung saya (Madura), mending pergi ke Kota lain untuk cari makan. Disini kadang ada yang ngasih kadang juga tidak," katanya sambil menunduk.
Diketahui, selama dua hari di Bontang, Romli dan Istrinya mangkal di seputaran Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut, dengan tujuan mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-harinya.

