EKSPOSKALTIM, Mahulu - Gabungan siswa-siswi dan personil Koramil 0912/03 Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menyuguhkan drama kolosal saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.
Drama kolosal yang berdurasi sekira lima belas menit ini menceritakan tentang suku Dayak dalam mempertahankan tanah nenek moyang dari penjajah Belanda. Di hadapan Bupati Mahulu, drama kolosal mendapat aplaus meriah.
"Ini salah satu cara anak-anak kita melestarikan budaya. Tentunya pemerintah sangat apresiasi kegiatan seperti ini," kata Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, usai mengikuti pengibaran bendera di lapangan kampung Ujoh Bilang, Kamis (17/8).
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahulu, Novita Bulan turut menyaksikan ikut kagum melihat drama kolosal tersebut."Saya sempat kaget juga melihat drama kolosalnya, betul-betul berjalan dengan baik. Para pemainnya cukup kompak dengan peran masing-masing. Kita sangat mendukung khususnya dari DPRD Mahulu," ucapnya.
Personil Koramil 0912/03 Long Bagun ikut serta dalam drama kolosal
Sementara itu, Koramil 0912/03 Long Bagun, Letnan Satu Inf. Rahman S sengaja menyusun skenario drama kolosal untuk memotivasi masyarakat dan mengingatkan kembali pada masa perjuangan.
"Kita harus berani mengorbankan jiwa dan berani mati. Ini salah satu contoh perjuangan yang dilakukan pendahulu kita. Untuk itu, kita wajib menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kedaulatan NKRI tanpa pamrih," tegasnya.
Ia menambahkan, ke depannya kegiatan-kegiatan seperti ini akan tetap dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan kegiatan tersebut bisa saja berubah dan bukan drama kolosal.
"Kegiatan-kegiatan yang sifatnya memperingati hari kemerdekaan. Itu tergantung dukungan dari masyarakat juga dan adik-adik kita yang sudah mau meluangkan waktunya untuk turut serta dalam HUT RI kali ini," tutupnya.


