EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Upacara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Kamis 17 Agustus di Lapangan Merdeka Balikpapan layaknya perjuangan.
Hujan yang mengguyur Balikpapan sejak subuh menambah beban pasukan pengibar bendera. Detik-detik pengibaran Merah-Putih pun membuat jantung yang menyaksikan berdegup kencang.
Genangan air di lapangan becek menambah rintangan. Derap langkah putra-putri terbaik Balikpapan menjemput bendera pusaka yang diserahkan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi untuk dikibarkan dihiasi suasana tegang.
Beruntung, dengan latihan keras selama 6 bulan tugas diselesaikan dengan baik. Tak peduli pakaian penuh lumpur, tarikan bendera seiring sejalan dengan lagu Indonesia Raya yang menggema.
Tepuk tangan dari tribun tamu dan undangan menyempurnakan bendera yang sudah berkibar di puncak tiang.

Foto: Benny Oktaryanto
Suasana berbeda dirasakan masyarakat di Jalan Beller RT 31 Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan.
Upacara sederhana digelar di tengah kepungan banjir. Nuansa perjuangan begitu kental karena petugas upacara mengenakan pakaian daerah dan seragam ala pejuang zaman kemerdekaan.
"Meski harus molor dari jadwal karena hujan, kami tetap melaksanakan upacara meski banjir menggenang. Ini bukti kecintaan kami pada Tanah Air. Upacara perdana ini juga untuk mengeratkan persatuan warga RT 31," kata Ketua Panitia Ponimin.
Satu-persatu prosesi upacara yang dimulai pukul 3 sore berjalan dengan khidmat. Lagu Indonesia Raya sayup terdengar karena lokasi upacara yang dekat dengan jalan raya.
Pemandangan ini pun menarik perhatian warga yang melintas. "Bentuk kepedulian kami akan pengorbanan para pejuang kita dulu," kata Ketua RT 31 Alla.

