EKSPOSKALTIM, Bontang - Sepekan lamanya di beberapa ruas jalan utama Kota Taman tampak gelap gulita saat malam hari.
Hal tersebut terjadi lantaran adanya pemadaman lampu yang dilakukan pihak PLN. Keluhan ini sebelumnya sampai ke telinga para wakil rakyat.
Sebab, selain rawan kecelakaan, di beberapa titik tertentu berpotensi terjadi tindak kejahatan.
Baca juga: Sudah Sepekan Lampu Jalan Tidak Dialiri Setrum, Dewan Segera Panggil PLN
Sore tadi, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni merespon cepat hal ini dengan memanggil pelaksana harian kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto.
Hasilnya, Neni mengatakan, pihaknya ternyata menunggak pembayaran listrik yang masih belum diselesaikan oleh Kepala Dinas DPKPP Bontang Abdul Rifai.
"Yang punya kewenangan untuk mencairkan anggaran, tengah melakukan ibadah haji," jelasnya ditemui di kantor DPRD Bontang.
Dari informasi yang dihimpun total tunggakan pemerintah mencapai Rp 171 juta kepada PLN.
"Ini uangnya ada, tetapi yang bisa mencairkannya cuma kepala dinas, dan sekarang sedang naik haji," ucap mantan ketua DPRD ini kepada awak media, Senin (28/8).
Ia sangat menyayangkan tindakan pemutusan listrik yang dilakukan secara sepihak oleh PLN.
Menurutnya tidak seharusnya PLN melakukan hal tersebut, terlebih penerangan jalan masuk dalam fasilitas umum.
"Sangat saya sayangkan tindakan yang memutus listrik ini, selama ini kita tidak pernah menunggak, sekarang karena hanya terlambat bayar beberapa pekan saja langsung diputus," pungkasnya.
Dari pantauan media ini di jalan Pupuk Raya tepat di bundaran Hotel Sintuk, Bontang Utara kondisi lampu di jalan tersebut sudah kembali normal. Lampu-lampu disana sudah kembali menerangi jalan pada malam hari. (adv)

