PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Bontang Cenderung Meningkat

Home Berita Angka Kekerasan Anak Dan ...

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Bontang Cenderung Meningkat
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Kota Bontang, Abdu Safa Muha. (Dok.EKSPOSKaltim)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Fenomena kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Bontang kian meningkat setiap tahunnya. Bahkan, pada semester pertama 2017 ini, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Kota Bontang mencatat sebanyak 50 laporan kasus.

Kepala DSP3M Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan 50 laporan kasus pada semester pertama 2017 ini adalah angka tertinggi dibandingan riwayat angka kekerasan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan data identifikasi kasus kekersasan anak dan perempuan tiap tahunnya mengalami peningkatan, tercatat sejak 2014 sebanyak 84 kasus, berikutnya tahun 2015 sebanyak 103 kasus, dan naik kembali di 2016 sebanyak 105 kasus.

“Pada semester pertama tahun ini terdapat sebanyak 50 kasus,” katanya beberapa waktu lalu.

Baca: Mengenal Camat Zemmy Hasz, Dulu Kontraktor Sekarang Panutan Warga

Ia menuturkan, upaya Pemerintah Kota Bontang dalam menekan angka kekerasan anak dan perempuan terus dilakukan. Bahkan untuk menguatkan itu, Pemkot membuat Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 9 Tahun 2012 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan.

Hal ini sesuai implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan.

“Justru beberapa pekan lalu kita sempat menyelenggarakan pelatihan pelayanan dan pendampingan perempuan dan anak korban tindak kekerasan di Kota Bontang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, beberapa organisasi dan lembaga yang menangani perlindungan perempuan dan anak juga telah dibentuk. Seperti, P2TP2A Tingkat Kota, Kecamatan, 3PANG Laut, Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), dan Perlindungan Anak Terpadu berbasis masyarakat (PATBM).

“Kami berharap kedepan lewat organisasi dan lembaga tersebut dapat memberikan perubahan yang signifikan. Bahkan dapat menurunkan secara drastis angka kekerasan anak dan perempaun di Bontang,” tutupnya. (Adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang

ekspos tv

VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim

ekspos tv

VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :