EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Ratusan angkutan kota (angkot) di Samarinda melakukan aksi mogok secara massal, Senin (5/2/2018) hari ini. Mereka mendatangi kantor Dinas Perhubungan Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Kesuma Bangsa, Kota Samarinda. Dalam orasinya, mereka kembali meminta penyetopan operasi angkutan online di kota tepian (julukan Samarinda).
Para sopir dari berbagai trayek ini mendatangi Kantor Dishub Kaltim sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka diterima oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Kaltim Muhammad Samsul Hadi, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ratusan sopir angkot tersebut melakukan dialog terbuka dengan Dishub Kaltim, di halaman Kantor Dishub.
Ketua Organisasi Gabungan Transportasi (Orgatrans) Kaltim Kamariyono menyatakan, aksi mogok massal ini merupakan keluh-kesah yang memuncak terhadap ketegasan Pemprov Kaltim terhadap Angkutan online. Pemprov, kata dia, tidak dapat membuat sikap tegas terhadap angkutan tersebut. Padahal nyata-nyata merupakan angkutan illegal.
Baca: Kapolda Kaltim: Semua Daerah Dapat Atensi Khusus Soal Pengamanan Pilkada
“Kami meminta jangan sampai beroperasi sampai memiliki izin,” katanya saat berdialog disambut sorak-surai ratusan sopir angkot.
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, menjadi landasan Pemprov Kaltim dapat melarang beroperasinya angkutan berbasis daring beroperasi di Samarinda.
“Coba anda lihat dan tes sendiri, sampai saat ini masih bisa saja beroperasi. Kami minta ditutup aplikasinya di Kaltim ini. Karena jujur merugikan kami angkutan kota yang sudah sejak lama dan memiliki izin resmi ini,” paparnya.

Dialog tersebut berjalan alot. Saling menyampaikan argumentasi dan ketidak puasan jawaban dari pemprov menurut para sopir angkot tersebut. Mereka meminta ketegasan Pemprov Kaltim dalam bentuk kebijakan melarang operasional angkutan online tersebut.
“Yang jelas nyatanya mereka itu illegal, karena tidak memiliki izin. Penghasilan saya menurun susah sudah cari penumpang,” kata Sapri, sopir trayek B Pasar Pagi –Lempake ini.
Aksi tersebut akhirnya berakhir pukul 14.00 Wita. Para sopir angkot membubarkan diri setelah mendapatkan jaminan dari Dishub Kaltim.
Berita terkait: Dishub Kaltim Tertibkan Angkutan Online
Dampak dari aksi demo tersebut, angkot se Kota Samarinda hari ini lumpuh total sejak pagi hari. Jajaran Polresta Samarinda dan Datasemen B Brimob Kaltim, dibantu Kodim 0901/SMD dan Dishub Kota Samarinda mengambil langkah antisipasi mogoknya angkot dengan menyiapkan sejumlah armada mulai dari truk, bus, mobil patrol hingga kendaraan Gegana, untuk mengantar warga hingga sampai ke tujuan.
Kendaraan melayani warga di pusat-pusat keramaian, yakni di Pelabuhan Samarinda Jalan Yos Sudarso. Personel Brimob bersama dengan anggota Polsek Kawasan Pelabuhan memberikan tumpangan kepada warga yang baru saja tiba di pelabuhan dari Pare-pare, Sulawesi Selatan. Tak hanya di Pelabuhan, armada pun disiagakan di Terminal dan pasar.
“Karena para sopir angkot mogok dan melakukan aksi di Dishub Kaltim. Jadi kami stand by sehari ini, kami fungsikan kendaraan yang ada untuk antar warga karena sejak pagi angkot sudah tidak mengangkut penumpang lagi, sampai aktifitas normal kembali,” kata Kasubbag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, kepawa awak media.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv
VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual
ekspos tv

