PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Satwa Langka di Kaltim Terancam Punah, Dewan: Ini Tidak Bisa Didiamkan!

Home Berita Satwa Langka Di Kaltim Te ...

Satwa Langka di Kaltim Terancam Punah, Dewan: Ini Tidak Bisa Didiamkan!
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Herwan Susanto. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda Insiden pembantaian orangutan yang terjadi belum lama ini di Taman Nasional Kutai (TNK) Kutai Timur, seyogyanya menjadi bahan refleksi serius bagi seluruh penegak kepentingan, baik pemerintah, penegak hukum hingga masyarakat.

Soal lingkungan dan keberadaan satwa yang dilindungi oleh undang-undang memang menjadi isu yang sangat sensitif di Kaltim. Setidaknya, ada dua satwa yang terus menjadi sorotan saban tahun. Selain orangutan, yakni keberadaan pesut Mahakam.

Menurut Dahri Yasin, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, regulasi tentang perlindungan sudah tersedia. Maka, kata dia, pertanyaannya apakah kegiatan ekonomi mengganggu keberadaan satwa yang dilindungi tersebut perlu dipastikan jawabannya.

Baca: Bupati Nonaktif Kukar Didakwa Terima Gratifikasi Rp 469,46 Miliar

“Orangutan. Apakah petani atau pengusaha itu lahannya menyerobot habitran orangutan? Nah, ini perlu diklarifikasikan. Kita tidak bisa diam, karena harus ada perlindungan terhadap satwa,” ungkapnya.

Kendati pelaku kejadian pembunuhan orangutan di Kutim itu sudah terungkap, namun Dahri meminta kepada Pemprov Kaltim untuk tidak diam melihat kasus tersebut.

“Ini tidak bisa didiamkan. Butuh langkah-langkah antisipasi dan preventif agar tidak terulang dikemudian hari. Pemerintah harus bisa mengarahkan ini, karena ini bukan hanya soal Kaltim tapi isu international. Kalau jelek, Kaltim juga ikut jelek namanya,” ujarnya.

Dahri menilai, kejadian ini akan terus terulang jika pemprov tidak membuat langkah-langkah yang konkrit terhadap perlindungan dan keberlangsungngan habitat satwa tersebut.

“Juga yang lemah itu penegakannya, makanya terus terulang,” imbuhnya.

Anggota Komisi III lainnya, Herwan Susanto menambahkan, selain soal orangutan, soal satwa yang wajib dilindungi namun keberadaannya terus menyusut, yakni pesut Mahakam. Baru-baru ini bahkan ditemukan pesut yang mati disekitaran sungai Mahakam.

Baca: Ini Jadwal Kampanye Paslon Pilgub Kaltim 2018

“Ini juga harus dilestarikan, dijaga jangan sampai terus ada kabar bahwa pesut kita mati lagi. Saya harap pemerintah bisa membuat terobosan misalnya menelusuri dulu, mengkaji apakah benar bahwa lalu lintas ponton disungai itu yang penyebab berkurangnya pesut, misalnya. Nah ketika persoalan ditelusuri, barulah kita carikan solusi penyelesaiannya,” tukasnya.

Ia menyarankan, pemprov melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan sosialisai yang masif kepada masyarakat terkait perlindungan satwa yang dijaga kelestariannya dan dilindungi oleh undang-undang.

“Bahkan sampai ke desa-desa agar masyaraskat pun teredukasi merawat dan menjaga keberadaan satwa itu di Kaltim,” pungkasnya. (adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos

ekspos tv

VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone

ekspos tv

VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :