EKSPOSKALTIM, Bontang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Kota Bontang mengeluhkan banyaknya pelanggan yang melakukan penunggakan pembayaran iuran air hingga berbulan-bulan lamanya.
Hal ini disampaikan Plt Direktur PDAM Tirta Taman Kota Bontang, Suramin, saat ditemui dikantornya di jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (1/9) pagi.
Disebutkannya, ada ratusan warga yang iuran airnya belum terbayarkan hingga kini. Bahkan, kebanyakan dari mereka menunggak hingga 7 bulan lamanya. Dari itu, pihaknya akan menindak tegas pelanggan yang kerap menunggak tersebut.
"Masyarakat juga perlu sadar dengan penunggakan seperti ini. Masyarakat tinggal putar kran aja dirumah, sedangkan kita perlu mengurusi jaringan pipa jika ada yang bocor, sangat banyak yang kita benahi dan masih banyak yang menunggak," keluhnya
Sementara itu, kata dia, masyarakat selalu menekankan pelayanan PDAM terus ditingkatkan, baik dari kualitas maupun kuantitas pelayanan. Namun tak lepas dari itu, pihak PDAM juga butuh biaya operasional dan hanya mengharapkan dari pembayaran pelanggan.
"Sekarang kita akan putuskan jaringan pengaliran air kepada pelanggan yang menunggak. Masih mending kalau sehari dua hari saja menunggak, nah ini sampai ber bulan-bulan, mau dapat dimana kita biaya operasional kalau bukan dari hasil penjualan air," tuturnya.
Diharapkannya semua pelanggan sadar untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Karena menurutnya hal ini bisa merugikan pelanggan sendiri, jika menunggak pelanggan tidak akan mendapatkan air bersih.
"Kalau kami tidak alirkan air, mau pake apa mereka untuk mandi dan kebutuhan lainnya. Ya harapan kami pelanggan juga bekerjasama dalam hal ini, karena kasian juga pelanggan kalau sudah diputuskan jaringan dan pada nantinya akan mengajukan lagi setelah kita putuskan," pungkasnya.

