EKSPOSKALTIM, Bontang - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD) Kota Bontang Ubaya Bengawan, menyoalkan kegiatan arak-arakan Piala Adipura Kirana Kota Bontang yang diselenggarakan pada hari Senin, 25 Juli 2016 kemarin.
Seharusnya, kata Ubaya, penyelenggaraan kegiatan arak-arakan tersebut dipertimbangkan Pemerintah Kota Bontang, ditengah kondisi anggaran yang mengalami defisit. Adanya defisit anggaran, harusnya pemerintah bisa mengurangi kegiatan-kegiatan yang sifatnya hanya seremonial belaka.
"Saya rasa dikurangi kegiatan-kegiatan yang tidak penting, ya seperti arak-arakan tadi. Kalau kondisi keuangan kita tetap begini, perlu dipertimbangkan untuk arak-arakan," kata Ubaya, saat ditemui di kantor DPRD Kota Bontang, Senin (25/7/16) kemarin.
Ubaya menambahkan, harusnya anggaran tersebut lebih mengarah pada hal-hal yang produktif, atau pun belanja-belanja kegiatan yang sifatnya mendesak (urgent)
"Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan pemerintah, harus maksimalkan lobi ke pusat. Sebab, sebenarnya dana di pusat itu banyak, tapi kadang-kadang begini, 10 tahun kita terlalu terbuai dengan situasi keuangan yang membaik, tapi sekarang kita agak malas ke pusat untuk meminta," ujarnya.
Selain itu, potensi-potensi di Kota Bontang ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Banyak sektor pendapatan seperti aset dan sarana umum lainnya, yang bisa dimanfaatkan untuk medapatkan penghasilan. Seperti sarana olahraga, itu kan bisa semua di manfaatkan, untuk mendapatkan pendapatan. Tapi kita tidak dapat apa-apa," pungkasnya.

