EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Sejumlah warga ramai-ramai menghujani bogem mentah ke wajah Darma Wiranaga (28) setelah, mengetahui pemuda bertubuh tambun ini mencuri ponsel milik dua kawannya, sekaligus tetangganya sendiri. Darma pun mengalami sejumlah luka memar dan robek di bagian pelipis serta wajahnya.
Kejadian itu terjadi di Jalan Sungai Ampal, tepatnya di kawasan Jokotole, Jumat (2/6) sekitar pukul 2 siang tadi.
Guna menghindari aksi main hakim sendiri, pemuda ini langsung diamankan petugas yang tiba 5 menit kemudian ke Mapolsek Balikpapan Utara.
Kepada petugas, Darma mengaku sudah mengambil ponsel milik IW dan GL, rekannya sejak malam hari sebelumnya. Saat itu kedua rekannya tengah terlelap. Darma masuk ke indekos korban dan melihat ponsel dalam keadaan tergeletak tengah diisi dayanya.
Melihat kesempatan itu, timbul niat jahat dari pelaku untuk mengutil. "Saya lihat aja pas tergeletak begitu saja, ya saya terus pengen mengambil," kata pemuda yang menggunakan kaos merah saat dimassa ini.
Ia mengaku terpaksa mencuri lantaran tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-sehari. Gaji selama ia bekerja di salah satu rumah ibadah di Balikpapan belum diterimanya hingga saat ini. “Saya butuh uang,” aku pemuda bertumbuh tambun ini.
Namun, korban baru mengetahui ponsel miliknya diambil rekannnya sendiri saat pelaku akan menjual ponsel curian tersebut. Saat itu pelaku menuju Pasar Klandasan di Kelurahan Balikpapan Kota dan mendatangi salah satu toko ponsel dan menawarkan dua barang curian tersebut.
Ponsel merek Samsung dan Oppo dijual seharga Rp 3,5. Saat sedang tawar menawar harga, rupanya pemilik toko yang curiga menelepon pemilik ponsel. "Dia nggak taunya nelpon yang punya hape, saya akhirnya didatangin terus dihajar orang-orang," terangnya Darma.
Pelaku mengaku, baru kali ini ia melakukan tindak pencurian. Meski demikian, beruntung, kedua korban yang mengenal pelaku urung membuat surat pernyataan keberatan. Disampaikan Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Sopyan melalui Kanit Reskrim Iptu Subari, hal itu dikarenakan ponsel korban sudah kembali.
"Korban tidak keberatan, hapenya kan sudah dikembalikan. Dari pemeriksaan pelaku ini juga ada masalah mental, kita akan kembalikan ke keluarganya" jelas Subari.
Ya, berdasarkan pemeriksan yang dilakukan petugas, rupanya pelaku merupakan seorang penderita autis. Meski sudah berusia 28 namun pola pikirnya tidak selayaknya orang dewasa.

