EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Sistem pengawasan di SMP Negeri 8 Kota Bontang kini semakin diperketat, lantaran kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di berbagai sudut.
Kepala SMP Negeri 8 Kota Bontang, Eko Yuli Atmanto, mengatakan ada sebanyak 32 unit kamera pengawas bantuan diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Diketahui, seluruh SMP negeri Bontang diberikan 32 unti CCTV per sekolah, guna menunjang pengawasan.
“Sekolah kami punya beberapa sebelumnya, ditambah 32 unit ini, jadi total sekitar 40-an unit,” katanya.
Ia menegaskan, pemasangan CCTV bukan karena adanya kejadian darurat, melainkan sebagai langkah preventif untuk menghindari potensi gangguan keamanan di masa mendatang.
“Kamera ini untuk membantu kami memantau aktivitas di lingkungan sekolah secara lebih menyeluruh, termasuk di ruang kelas dan koridor,” imbuhnya.
Ia mengaku, beberapa kali sekolah tersebut mengalami insiden kecil, yakni kemalingan atau orang tidak dikenal masuk di area sekolah saat malam hari.
Diketahui, akses keluar masuk sekolah tidak sepenuhnya tertutup, sehingga memudahkan orang asing masuk ke lingkungan sekolah.]
Ditambah lagi, keterbatasan tenaga pengawas, khususnya penjaga malam. Sehingga, membuat sekolah mengandalkan teknologi sebagai alternatif pengamanan yang dinilai lebih efektif.
“Kalau tindakan bullying Alhamduillah tidak ada ya kejadian, hanya insiden kemalingan ini,” lanjutnya.
Penambahan perangkat kamera pengawas ini pun melengkapi fasilitas sebelumnya, sehingga cakupan pemantauan kini hampir menjangkau seluruh area sekolah.
“Sebenarnya masih kurang dari jumlah yang kami ajukan. Tapi, untuk saat ini, CCTV dari Disdikbud tentu sudah sangat membantu pengawasan sekolah lebih intens dari sebelumnya,” tandasnya.

