EKSPOSKALTIM, Bontang - Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Bontang melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi hasil kegiatan Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Rabu (13/4) pagi.
Kepala DKKB Bontang Indriati mengatakan dengan diluncurkan program Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Nafza (P2MKJN), pihak DKBB dapat langsung memantau masyarakat yang mengidap gangguan jiwa.
Sehingga apa bila ada gejala seperti gangguan jiwa dapat langsung di tangani di puskesmas. "Ini merupakan upaya kami dalam menanggulangi gangguan kejiwaan di masyarakat, dan untuk menjalankan program ini, kami menetapkan Puskesmas Bontang Barat sebagai puskesmas pertama dalam menangani masyarakat dalam hal gangguan jiwa," katanya.
Kedepan dikatakan indri, program P2MKJN tidak akan difokuskan hanya di Puskesmas Bontang Barat, melainkan di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Bontang.
Agar penanganan gangguan kejiwaan pada masyarakat dapat langsung ditangani dengan baik. “Tentunya semua ini perlu proses dan pelatihan bagi tenaga medisnya,” terangnya.
Terpisah, Kasie P2PTM Firmansyah mengatakan dalam pelaksanaan program P2MKJN, pihaknya masih mengalami kendala operasional.
Sehingga pihaknya akan merangkul stakeholder baik pemerintah maupun perusahaan untuk mensukseskan program yang digagas DKKB tersebut. Pihak DKKB sendiri akan melakukan pelatihan baik bagi tenaga kesehatan, dokter maupun perawat dan bidan diseluruh puskesmas dan rumah sakit.
Dan diharapkan kedepannya kompetensi kejiwaan dapat di tempatkan di puskesmas sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan. “Dengan diadakannya pelatihan tersebut, diharapkan dokter, perawat dan bidan akan lebih banyak. Sehingga akan lebih memudahkan dalam memberikan pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Rapat yang diselenggarakan di ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana, jalan Jenderal Ahmad Yani No.1, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Indriati, serta didampingi oleh Kasie Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Firmansyah, serta Asisten II Pemerintah Bidang Pembangunan Emlizar Muchtar, Kepala Dinas BPJS Kesehatan Rio dan perwakilan rumah sakit se-Kota Bontang.

