EKSPOSKALTIM, Samarinda - Bakal Calon Wakil Gubernur Kaltim Nusyirwan Ismail menyatakan, dirinya tidak akan menggunakan harta pribadi menghadapi Pilgub Kaltim 2018-2023 ini. Sebab, Wakil Walikota Samarinda yang digandeng berpasangan dengan Andi Sofyan Hasdam itu menyadari bahwa ia memiliki harta kekayaan terendah jika dibandingkan dengan kandidat yang lain.
“Saya tidak akan menggunakan kemampuan (harta) saya untuk itu (pilgub),” katanya, saat ditemui awak media usai menghadiri Upacara HUT Kota Samarinda di GOR Sempaja, Kota Samarinda, Senin (22/1/2018).
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan korupsi (KPK), Nusyirwan tercatat membukukan kekayaan sebesar Rp 623 juta, jauh lebih lebih kecil dibandingkan dengan kandidat yang lain. Terkait kekayaannya ini, Nusyirwan menjawab diplomatis.
“Itu bukti bahwa saya selama ini bekerja secara akuntable,” ucap kader Partai Nasdem ini.
Berita terkait: KPK Rilis Kekayaan Cagub dan Cawagub Kaltim 2018, Awang Ferdian Terkaya
Ia mengaku telah melaporkan kekayaannya tersebut sesuai dengan aturan dan kaidah pencatatan kekayaan dari KPK.
Ditanya soal biaya politik di Pilgub Kaltim di tengah kondisi kekayaannya yang tegolong lebih sedikit dibanding kandidat lainnya, Nusyirwan mengatakan biaya politik dalam pesta demokrasi tidak mutlak bersumber dari kandidat. Akan tetapi, dananya bisa bersumber dari sumbangan masyarakat dan lembaga lain.
Ia mengaku tak akan menggunakan harta pribadinya untuk keperluan kampanye nanti, mengingat ketidakmampuannya untuk memenuhi biaya kos politik yang tinggi dengan biaya yang dimiliki.
“Kan kita didukung oleh banyak pihak. Jadi bisa dari mana saja,” pungkasnya. (*)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai
ekspos tv
VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan
ekspos tv
VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru
ekspos tv

