PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Hilal Tak Terlihat di IKN, 1 Ramadan Jatuh pada Kamis

Home Berita Hilal Tak Terlihat Di Ikn ...

Hilal Tak Terlihat di IKN, 1 Ramadan Jatuh pada Kamis
Masjid Negara IKN siap melaksanakan shalat tarawih perdana. ANTARA/HO-Dok OIKN.

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah untuk pertama kalinya digelar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara, namun hasil pengamatan menunjukkan posisi hilal masih minus 1,481 derajat sehingga belum memenuhi kriteria MABIMS. Pemerintah akhirnya menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada Kamis (19/2).

Penentuan awal Ramadhan tahun ini mencatatkan sejarah karena untuk pertama kalinya pemantauan hilal dilakukan langsung dari kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di Ibu Kota Nusantara.

"Kita tidak dapat memberikan keputusan sendiri karena Indonesia itu kan luas dari Sabang sampai Merauke, jadi kita mengikuti pusat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Abdul Khaliq di IKN, Rabu (18/2), dikutip dari antara.

Berdasarkan hasil pantauan tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, ketinggian hilal di wilayah KIPP IKN tercatat minus 1,481 derajat. Angka tersebut menunjukkan hilal masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi syarat penetapan awal bulan.

Secara teknis, kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan posisi minus, hilal di IKN dipastikan belum masuk ambang visibilitas.

Abdul Khaliq menambahkan perbedaan metode antara hisab dan rukyatul hilal tetap berpotensi memunculkan perbedaan awal puasa di sebagian kalangan masyarakat.

https://eksposkaltim.com/berita-16291-untuk-pertama-kalinya-rukyatul-hilal-awal-ramadan-di-ikn.html

"Harapannya hal ini tidak menjadi polemik karena yang terpenting kita tetap menjaga keutuhan mengingat momentum Ramadhan adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah," ujarnya.

Perwakilan tim Stasiun Geofisika Kota Balikpapan, Muhammad Fathan, menjelaskan bahwa akurasi pengamatan bergantung pada analisis ketinggian bulan, umur bulan, serta peta elongasi.

"Kalaupun langit cerah, keberadaan objek astronomis lain hingga faktor cuaca seperti awan tebal dapat mengganggu penglihatan sehingga perhitungan harus dilakukan sangat cermat," papar Fathan.

Ia menyebutkan kendala visual di lapangan nantinya akan ditengahi melalui kesepakatan kriteria MABIMS dalam forum sidang isbat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menyebar titik pemantauan di 96 lokasi di seluruh Indonesia untuk memperoleh data komprehensif. Berdasarkan hasil sidang isbat, Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2).

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono beserta jajaran turut hadir menyaksikan langsung prosesi pemantauan hilal perdana di ibu kota baru tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :