PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KOMISI II DPRD BONTANG HIMBAU PEMKOT, AGAR SIGAP MENANGGAPI TAWARAN UNTUK KAPAL RORO

Home Berita Komisi Ii Dprd Bontang Hi ...

KOMISI II DPRD BONTANG HIMBAU PEMKOT, AGAR SIGAP MENANGGAPI TAWARAN UNTUK KAPAL RORO
Rapat Kerja Komisi II DPRD Bontang. (Eksposkaltim/Slamet Riyadi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Komisi II DPRD Kota Bontang menggelar rapat kerja dengan dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah Kota Bontang diantaranya Sekretaris Daerah, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA), serta Dewan Pengawasan Prusda AUJ dan Direktur Utama Prusda AUJ, diruang rapat DPRD Kota Bontang, Jalan Moch Roem, Gedung DPRD Bontang, Senin (16/5/2016).

Rapat ini digelar guna merumuskan kembali penyelesaian Kapal Roll On Roll Off (Roro) yang sudah lama tidak beroperasi dan hingga saat ini pembahasannya belum juga menemukan jalan keluar. Ketua Komisi II Kota Bontang Ubaya yang memimpin rapat, menekankan kejelasan kapal tersebut apakah akan dijual atau disewakan dan kepada siapa akan disewakan nantinya.

“Ini permasalahan sudah dari tahun 2015 tapi kok ndak selesai-selesai. Jika hanya terus dirapatkan, akan jalan ditempat saja. Kita harus dapat keputusan. Jadi saat ini ada tiga perusahaan yang masuk sebagai penawar untuk menyewa kapal roro ini, dengan nilai yang tinggi dibandingkan dengan pemegang saham saat ini (PT. Bontang Transport), yaitu PT. Labitra, Prusda Banyuwangi, PT. Bumi Asih Jaya (BAJ),” kata Ubayya.

Ubayya meminta kepada Pemerintah Kota dan terutama Kepada Prusda AUJ ini agar betul-betul fokus dalam penyelesaian permasalahan ini. Ke tiga  penawaran yang masuk dari Perusahaan berbeda itu, menurut Ubayya adalah sebuah kesempatan terbaik yang dimiliki.

“Ini kesempatan terbaik, jangan seperti hal lalu Pemkot telah menyia-nyiakan kesempatan lantaran ada yang ingin membeli kapal tersebut dengan harga yang cukup menguntungkan Bontang, tetapi karena lambat kesempatan itu hilang. Lebih baik saat ini fokus dalam meninjau dan mengkaji ke 3 perusahaan ini, pilih dengan benar bahwa kapal ini akan jatuh ketangan siapa,” Ujar Ubayya.

Lanjut Ubayya, setelah menemukan keputusan akan bekerjasama dengan pihak perusahaan mana nantinya, sembari penyewaan kapal itu berlangsung, lebih baik kedepannya mencari perusahaan mana saja yang ingin membeli.

“Selama kapal ini disewakan nantinya, dan menunggu untuk proses penjualan, akan lebih baik kita jual saja kapal ini melalui skema saham agar tidak terlalu jatuh harganya, karena kapal ini sudah sekitar 20 tahun umurnya, penawaran akan kurang juga,” Jelasnya.

Ia berharap setelah rapat ini segera menemukan jalan keluarnya, dan mengusulkan lebih baik fokus terhadap masalah internal terlebih dahulu, ketimbang membahas masalah eksternal. Selagi menunggu proses negosiasi tersebut, yang perlu dilakukan kedepannya menurut dia yakni terkait manajemen yang harus jelas agar tidak berpotensi menimbulkan permasalahan yang sama kedepannya.

“saya berharap rekan-rekan labih fokus saja menangani masalah ini, dan agar tidak masuk kelubang yang sama lagi nantinya. Saya sarankan untuk segera membahas tentang manajemen pengelolaannya nantinya, tanggung jawab akan diserahkan ke Pemkot atau kembali lagi ke Prusda AUJ, dan berapa persen dari keuntungan tersebut untuk masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena itu tujuan awal dibentuk Prusda AUJ adalah meningkatkan PAD selain dari sektor Minyak dan Gas,” tutup Ubayya. (*)


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :