EKSPOSKALTIM,Bontang - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) meneror warga Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kota Bontang. Pasalnya, sejak Januari hingga Agustus tahun 2016 ini tercatat sudah 3 warga Kanaan yang meninggal dunia akibat menderita DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Indriati As’ad menjelaskan bahwa ketiga warga Kanaan yang meninggal akibat penyakit DBD ini didominasi oleh anak-anak.
“Di data kami ditahun 2016 ini sudah 3 yang meninggal akibat kasus DBD, termasuk salah satu anak yang meninggal semalam karena penyakit tersebut,” sebutnya, saat ditemui dikantorya, Jumat (12/8/16) siang tadi.
Hingga saat ini, Dinkes kota Bontang merilis 288 kasus penderita DBD dan didominasi oleh Kelurahan Kanaan, disusul Kelurahan Lhoktuan. Dari data tersebut, tahun ini merupakan kasus tertinggi selama 4 tahun terakhir yang dihadapi Dinkes.
“Januari sampai Agustus 2013 terdapat 167 Kasus dan 3 korban meninggal. Untuk Januari sampai Agustus 2014 sebanyak 116 Kasus dan 3 orang meninggal. Periode Januari sampai Agustus 2015, tercatat 177 Kasus dan 2 korban meninggal. Sedangkan Januari sampai Agustus 2016 ini, tercatat 288 Kasus dan 3 orang meninggal dunia,” urainya.
Olehnya itu, Indriati menghimbau masyarakat Kota Bontang, terlebih bagi mereka yang tinggal di daerah penderita tertinggi DBD agar terus meningkatkan safety, untuk menekan angka kasus DBD yang kian meningkat di Kota Taman.
Disarankan untuk mengsterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah, dengan cara penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging), membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
Lanjut dengan menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah juga dinilai penting untuk menghindari penyakit ini.
“Biasakan memasang kelambu di ranjang tidur anda, memakai lotion anti nyamuk terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif,” ujarnya
Namun, jangan gunakan produk tersebut pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun. Dan terakhir, kata dia, yakni mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi anda dari gigitan nyamuk.(*)

