EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Keterbatasan ruang masih menjadi persoalan utama di SDN 004 Bontang Utara.
Pasalnya, minimnya lahan berdampak pada belum tersedianya sejumlah fasilitas penting seperti aula, musala, hingga kantin sekolah.
Kepala SDN 004 Bontang Utara, Emelia, mengatakan kebutuhan musala menjadi prioritas mendesak.
Selama ini, aktivitas ibadah siswa terpaksa dilakukan di berbagai ruangan yang tersedia secara bergantian.
“Anak-anak sering salat di UKS, perpustakaan, bahkan di ruang kelas atau kantor,” ungkapnya, Jumat (18/4/2026).
Ia menjelaskan, sempitnya lahan menjadi hambatan utama untuk menambah bangunan baru.
Sebagai alternatif, pihak sekolah telah mengusulkan pengembangan secara vertikal dengan penambahan lantai.
“Sudah kami ajukan opsi pembangunan ke atas sebagai solusi,” jelasnya.
Tak hanya itu, ketiadaan kantin juga menjadi perhatian karena siswa masih membeli jajanan di luar area sekolah.
Menurutnya, kondisi ini dinilai kurang ideal dari sisi pengawasan untuk kebersihan makanan.
Lebih lanjut, keterbatasan ruang belajar membuat beberapa rombongan belajar harus berbagi kelas secara bergantian.
“Untuk sekarang, total terdapat 18 rombongan belajar, yang harus kami atur dengan ruang yang ada,” imbuhnya.
Di tengah berbagai kekurangan tersebut, sekolah mulai melakukan pembenahan fasilitas dasar.
Perbaikan difokuskan pada bagian plafon dan toilet guna meningkatkan kenyamanan serta kebersihan lingkungan sekolah.
“Perbaikan plafon dan WC sedang berjalan. Ini sangat membantu, terutama untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak,” katanya.
Program perbaikan sanitasi ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kota Bontang yang menyasar sekolah-sekolah di tingkat SD dan SMP.
Selain itu, kondisi lapangan yang terbatas juga berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan upacara maupun olahraga siswa.
“Harapannya ke depan fasilitas bisa lebih memadai sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih optimal,” tutupnya.

