PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Penerima BKT Diseleksi, DPRD Kaltim Minta Porsi Kategori Ini Ditambah

Home Berita Penerima Bkt Diseleksi, D ...

Penerima BKT Diseleksi, DPRD Kaltim Minta Porsi Kategori Ini Ditambah
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub. (int)

EKSPOSKALTIM.COM, Samarinda - Komisi IV DPRD Kaltim bersama pihak pengelola beasiswa Kaltim tuntas menggelar rapat koordinasi evaluasi terkait proses pendaftaran beasiswa yang dicanangkan Pemprov Kaltim ini.

Saat ini, program Beasiswa Kaltim Tuntas Ini sudah masuk pada tahap seleksi admininstrasi pendaftar, setelah pendaftaran di buka sejak bulan Maret dan ditutup pada 12 Mei 2021 lalu.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub berkomitmen pihaknya selalu memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan Beasiswa Kaltim Tuntas.

Ia menerangkan banyak menerima keluhan masyarakat pada pelaksanaan BKT tahun-tahun sebelumnya. Yang dikeluhkan, pihak yang tidak lolos proses administrasi tidak diberitahu oleh pengelola kenapa mereka tidak dinyatakan lulus jadi penerima beasiswa.

"Makanya komisi IV meminta supaya itu setelah mendaftar secara online, sudah melalui verifikasi administrasi itu diumumkan kriteria penilaiannya apa saja, sehingga orang tidak lulus dia bisa mengetahui alasannya," kata Rusman, Rabu (26/5/2021).

Komisi IV meminta pengelola BKT transparan, baik dalam proses pendaftaran, seleksi administrasi, hingga proses penilaian.

"Transparansi itu dari awal hingga akhir, apapun keputusannya orang tahu prosesnya," jelasnya.

Selain itu, Komisi IV DPRD Kaltim juga meminta Pemprov Kaltim menambah jumlah porsi penerima beasiswa bagi anak keluarga tidak mampu, korban KDRT, korban pelecahan seksual, dan disabilitas.

Rusman Yaqub menerangkan jumlah penerima untuk segmen khusus ini masih rendah.

"Kami minta porsi anak miskin lebih banyak, anak akibat KDRT, kemudian diabilitas berkebutuhan khusus, porsi penerimanya masih rendah," tegasnya.

Hal itu terlihat saat pendaftaran BKT 2021, pendaftar beasiswa dari korban KDRT hanya satu orang. 

Dirinya menegaskan pengelola beasiswa harus mengevaluasi proses pendaftaran sampai sosialisasi program.

"Apakah tidak mendaftar karena ketidaktahuan jadi harus sosialisasi, atau memang mengakses informasi kesulitan. Jadi tidak boleh mengandalkan pendaftaran online kepada segmen-segmen khusus," pungkasnya. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :