PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pengungkapan Kematian Orangutan Pertaruhkan Nama Negara

Home Berita Pengungkapan Kematian Ora ...

Pengungkapan Kematian Orangutan Pertaruhkan Nama Negara
Konferensi pers penangan konflik orangutan di Kantor BKSDA Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Kamis (9/2). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda Penyelidikan kematian orangutan yang ditembus 130 peluru pertaruhkan nama Negara. Tim gabungan BKSDA Kalimantan Timur, Balai Gakkum LHK Kalimantan, Balai Taman Nasional Kutai (TNK), Polda Kaltim, Polres Kutai Timur, hingga pegiat Centre of Orangutan Protection (COP) juga terus bekerja di lapangan, memburu pelaku penembakan sadis terhadap orangutan jantan yang diperkirakan usianya 5-7 tahun, yang mati mengenaskan dengan 130 peluru dan 19 luka menganga. Kesimpulan sementara, orangutan itu ditembak dari jarak dekat.

Kasi Gakkum Wilayah II Kaltim-Kaltara Annur Rahim dalam keterangan pers di Kantor BKSDA Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, menyatakan, tim autopsi mengeluarkan 48 butir peluru senapan angin, dari sekitar 130 butir peluru, 74 peluru di antaranya bersarang di kepala.

“Penembakan itu dilakukan dalam jarak dekat," katanya, Kamis (8/2) kemarin.

Baca: Selama 4 Jam, Tim Autopsi Hanya Keluarkan 48 Peluru dari Tubuh Kaluhara 2

Menurutnya, sebagaimana diatur pasal 21 ayat 1 Undang-undang No 05/1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, pembunuhan satwa langka itu tergolong pelanggaran berat.

Sementara itu, pihak kepolisian menjamin kasus tersebut akan diusut secara tuntas. Meski jajaran kepolisian, ketika ditanya awak media, tidak berani memasang target pengungkapan kasus tersebut.

"Tim masih di lapangan. Kapolres (Kapolres Kutai Timur AKBP Teddy Ristiawan) turun langsung melakukan penyelidikan, dari Rabu (6/2) lalu," kata Kabag Operasional Polres Kutai Timur Kompol Budi Heriawan, dalam kesempatan yang sama.

Budi menerangkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan komitmen kepolisian. Sebab, ini merupakan pertaruhan Negara, karena dengan kejadian ini diakuinya telah menjadi perhatian Internasional.

"Ini jadi perhatian internasional. Kami tidak berani menarget, karena ini nama baik negara. Jangan sampai dikira kita tidak mampu (mengusut)," ucap Budi.

Berita terkait: Polda Kaltim Janji Usut Tuntas Kematian Kaluhara 2

Diakuinya, pihaknya telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP), dan tercatat sudah memeriksa 8 orang saksi untuk dimintai keterangan.

"Sementara, para saksi ini adalah saksi setelah kejadian. Terus, kepolisian bergerak menyelidiki,” imbuhnya.

Sebelum kasus di Kaltim ini, kasus serupa pernah terjadi di Kalahien, Kalimantan Tengah. Pada 15 Januari 2018, ditemukan bangkai orangutan tanpa kepala dan ada 17 peluru senapan angin di kepalanya. Kurang dua pekan, pelaku penembak dan penebas kepala, ditangkap 28 Januari 2018 lalu, oleh tim gabungan, termasuk Bareskrim Mabes Polri.

Diketahui, orangutan usia remaja, ditemukan warga terdesak dan terlihat merintih kesakitan di areal Taman Nasional Kutai (TNK) kawasan Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Sabtu (3/2) lalu. Kondisinya melemah, hingga akhirnya Selasa (6/2) dini hari sekira pukul 01.55 Wita, orangutan itu mati.

Hasil autopsi, ditemukan 130 peluru senapan angin, 19 luka menganga, 2 mata buta karena peluru yang bersarang serta telapak kaki kiri hilang diduga akibat sabetan senjata tajam. (*)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone

ekspos tv

VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi

ekspos tv

VIDEO: Tanpa Dihadiri Ketua dan Bendahara, DPC Hanura Bontang Jalani Verifikasi Faktual

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :