EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam memperingati HUT-nya yang Ke-39, PT Pupuk Kaltim terus melakukan berbagai kegiatan baik lomba maupun aksi kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Salah satunya, penebaran 4 ribu bibit ikan kerapu cantik, persilangan antara kerapu macan dan kerapu tikus. Kegiatan ini digelar di Keramba Nelayan Tanjung pada Kamis (22/12) kemarin.
Kegiatan dibuka oleh Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim Meizar Effendi, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian Kota Bontang Aji Erlinawati.
Hadir pula Dewan Komisaris dan jajaran managemen Pupuk Kaltim diantaranya Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana dan Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho.
Dalam sambutannya, Meizar mengatakan bahwa Pupuk Kaltim akan terus berupaya bersinergi dengan Pemkot Bontang, dalam meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Menurutnya, sinergi di bidang pengembangan pesisir sangatlah tepat, mengingat pasokan gas alam yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui bisa saja habis.
“Agar Bontang tidak menjadi kota mati yang ditinggalkan oleh penduduknya, diharapkan budidaya ikan kerapu dan terumbu buatan Pupuk Kaltim menjadikan Bontang sebagai Kota Bahari yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan di dunia,” kata Meizar.
Diimbuhkannya, Pupuk Kaltim terus berkomitmen untuk menjaga ekosistem laut melalui program CSR dan CSV, dan berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir dengan mengembangkan berbagai program kemaritiman.
Salah satunya kata dia adalah dengan menebar 2ribut bibit ikan kerapu di Keramba Nelayan Tanjung Limau. Program ini juga merupakan bentuk dukungan Pupuk Kaltim terhadap program Creative City Pemkot Bontang.
“Kami meyakini bahwa konsep CSV menjadi solusi kongkrit dan terkini bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
Selain menebar bibit ikan kerapu, Pupuk Kaltim juga melakukan penurunan 500 terumbu buatan di Perairan Tobok Batang. Program ini merupakan komitmen perusahaan dengan Pemkot Bontang, untuk memperbaiki ekosistem laut di perairan Tobok Batang.
Selain berdampak positif bagi ekosistem laut, program ini juga berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat, karena proses pembuatan terumbu buatan dilakukan oleh masyarakat Guntung, dan penurunan terumbu buatan dilakukan oleh nelayan Bontang Kuala.
Begitu pula dengan monitoring, Pupuk Kaltim juga mengajak masyarakat nelayan kota Bontang untuk bersama memantau terumbu buatan yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan.
Penurunan terumbu akan dilakukan selama dua hari. Yang menarik, penurunan terumbu buatan pada hari kedua akan dilakukan langsung oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman hingga ke dasar laut.
Bakir Pasaman berharap program-program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Keberhasilan dari pelaksanaan program-program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi angka pengangguran di kota Bontang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kami berharap program ini dapat menciptakan SDM yang dapat memberikan kontribusi di Kota Bontang, peserta dapat berhasil dalam usahanya, serta dapat dijadikan contoh bagi masyarakat Bontang dalam meningkatkan ekonomi dan mengembangkan pasar lokal maupun nasional,” kata Bakir.
Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Pertanian (DPKP) Aji Erlinawati menyampaikan apresiasi atas program yang dilakukan PT Pupuk Kaltim ini.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menyelamatkan ekosistem laut di kawasan Kota Bontang, namun juga menjadi sarana budidaya ikan bagi nelayan di wilayah Kota Bontang
"Kita ketahui, Kota Bontang lebih dominan laut daripada daratan, sehingga buddaya ini sangat berguna bagi masyarakat Kota Bontang, terutama masyarakat pesisir," paparnya. (Adv)

