EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - SD Negeri 004 Bontang Utara memperkuat kepedulian lingkungan melalui penerapan program Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT).
Program yang digagas Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, ini kini menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran kokurikuler di sekolah tersebut.
Melalui program ini, siswa didorong untuk bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan setiap hari.
Setiap murid diwajibkan membawa kantong plastik dari rumah sebagai tempat menampung sampah pribadi selama berada di lingkungan sekolah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala SDN 004 Bontang Utara, Emelia, bahwa kebiasaan ini bertujuan membentuk kesadaran sejak dini tentang pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri.
Setelah dikumpulkan, sampah tersebut tidak dibuang di sekolah, melainkan dibawa pulang oleh masing-masing siswa.
“Anak-anak membawa plastik sendiri, lalu sampahnya dimasukkan ke situ dan dibawa pulang untuk dibuang di rumah,” jelasnya, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, pendekatan ini bukan hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga mengubah pola pikir siswa bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab pribadi, bukan sekadar tugas petugas kebersihan.
Ia juga menyebutkan bahwa konsep pembelajaran kokurikuler di sekolahnya bersifat fleksibel dan terus diperbarui setiap semester.
Sebelumnya, siswa juga telah dikenalkan dengan kegiatan ramah lingkungan lain seperti ecoprint untuk memperkuat kepedulian terhadap alam.
“Sejauh ini anak-anak menjalankan program ini dengan baik,” tambahnya.
Melalui program GESIT, sekolah berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya kebersihan secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Program ini sekaligus tanda kami mendukung gerakan pemerintah daerah,” tandasnya.

