EKSPOSKALTIM, Jakarta – Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto akan hadir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Menariknya, seluruh peserta didik di sekolah ini bakal tinggal di asrama, layaknya sistem boarding school.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial Penajam Paser Utara, Saidin, Kamis (8/5). Ia menyebut pembangunan fisik sekolah ini merupakan program pemerintah pusat yang dimulai tahun ini.
“Pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahan sekitar 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam,” ujarnya.
Sekolah Rakyat nantinya akan memiliki 36 rombongan belajar (rombel), mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Rinciannya: SD sebanyak 18 rombel, SMP 9 rombel, dan SMA 9 rombel.
Untuk tahun ajaran perdana, kuota yang dibuka adalah sebanyak 90 siswa SD kelas 1 (3 kelas), 96 siswa SMP dan SMA kelas 1 (masing-masing 3 kelas), dengan total peserta didik awal: 282 siswa.
Penerimaan siswa difokuskan pada keluarga kurang mampu, dengan proses seleksi yang mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Dinas Sosial setempat.
Saidin menegaskan bahwa seluruh biaya operasional, termasuk asrama, akan ditanggung oleh pemerintah pusat melalui APBN.
“Tenaga pendidik diprioritaskan dari warga lokal Penajam. Tapi kalau belum mencukupi, akan dibuka untuk tenaga luar daerah,” tambahnya.
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan berasrama gratis yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang dikelola oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial. Program ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan berkualitas dan gratis bagi anak-anak yang tidak mampu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan sekitar 40 Sekolah Rakyat di berbagai daerah rencananya akan memulai kegiatan pada tahun ajaran 2025/2026 dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem sebagai upaya memberikan fasilitas pendidikan yang layak.

