PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sosok TNI Diduga Penembak 3 Polisi hingga Tewas

Home Berita Sosok Tni Diduga Penembak ...

Sosok TNI Diduga Penembak 3 Polisi hingga Tewas
Penangkapan Kopka Basar berlangsung dramatis. Foto: Ist

EKSPOSKALTIM, JAKARTA - Mulai terungkap siapa penembak tiga polisi penggerebek arena sabung ayam di Way Kanan, Lampung. Diduga adalah prajurit TNI.

Dugaan keterlibatan dua oknum TNI, yaitu Peltu Lubis dan Kopka Basar, beredar. Bahkan, Peltu Lubis telah menyerahkan diri, sementara Kopka Basar masih dalam pencarian.

Detail spesifik mengenai peran Kopka Basar dalam aktivitas perjudian sabung ayam di Way Kanan belum diungkap secara resmi oleh pihak berwenang.

Namun mengutip RadarTV, jaringan media Disway.id, kopral satu ini bukan sekadar beking judi ayam tersebut. Tapi, dialah pemilik usaha gelap 'Register 44' tersebut. Kopka Basar juga didapati sering kali mempromosikan judi ini secara terang-terangan di media sosial. 

Belakangan, kabarnya Basar juga telah diamankan oleh Polisi Militer. Di kediamannya, penangkapan kopral kepala ini berlangsung dramatis. Sebab, keluarga besarnya sempat menolak dan mencoba melindungi.

Namun setelah diberi penjelasan, keluarga besarnya akhirnya mau melepas Basar. Isak tangis pun pecah dalam proses penangkapan malam tadi.

Terlihat pelaku yang berbadan tambun itu mengenakan kaos motif doreng hijau dengan tangan terborgol di belakang. Lalu, ia digiring menuju mobil ke Markas Kodim 0427 Way Kanan.

Mereka yang gugur akibat baku tembak adalah Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto dan Bripka Petrus Apriyanto anggota Polsek Negara Batin dan Bripda M Ghalib Surya Ganta dari anggota Resmob Polres Way Kanan.

Penggerebekan terjadi di arena sabung ayam tepatnya di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Senin (17/3) sore.

Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar memastikan pihaknya akan memberikan sanksi tegas apabila ada keterlibatan oknum.

"Kita pastikan akan ada sanksi yang diberikan," kata Eko saat dikonfirmasi Antara. Saat ini pihaknya tengah melakukan investigasi untuk mencari bukti dan fakta-fakta lebih lanjut.

"Terkait tentang isu yang sedang berkembang, dimohon untuk menunggu konfirmasi hasil penyelidikan/investigasi lebih lanjut," tutup Eko.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%
Sebelumnya :
Berikutnya :