Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Sejumlah truk party logistics (PL) yang diduga bermuatan batu bara kembali melintasi jalan nasional dari eks tambang PT Tunas Muda Jaya (TMJ) di Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, menuju Kalimantan Selatan, Minggu (12/10) sekitar pukul 20.00 WITA.
Warga mengaku tidak mengetahui pasti asal muasal truk tersebut. Mereka menduga muatan itu bisa berasal dari tambang batu bara koridoran yang telah digarispolisi oleh Satreskrim Tipiter Polres Paser, atau dari stockpile lain di wilayah konsesi eks TMJ.
“Kami heran dengan pengawasan yang dilakukan oleh aparat setempat sehingga masih ada aktivitas pasca-pelarangan yang diterbitkan oleh pemerintah daerah Kalimantan Timur,” ujar salah satu warga, Wartalinus, Selasa (14/10).
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menegaskan pihaknya tidak pernah menerima konfirmasi maupun izin melintas dari truk-truk tersebut.
“Truk-truk yang melewati itu tidak ada konfirmasi izin kepada BPJN,” ungkap Yudi kepada EKSPOSKALTIM, Rabu (22/10).
Ia menambahkan penindakan terhadap aktivitas tersebut menjadi kewenangan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. “Penindakan berada di Kepolisian dan Perhubungan,” ujarnya.
Catatan media, dugaan praktik hauling liar di jalan negara telah berulang kali menimbulkan konflik antara warga, aparat, dan perusahaan, bahkan hingga memakan korban jiwa. Puncaknya terjadi pada Tragedi Muara Kate, 15 November 2024. Russell (60), tokoh adat setempat, tewas diserang sekelompok orang tak dikenal, sementara rekannya Anson (55) menderita luka tusuk di leher saat berjaga di posko warga penolak hauling. Dalam setahun terakhir pula, beberapa kecelakaan fatal terjadi akibat aktivitas hauling liar, termasuk yang menewaskan seorang ustaz di Songka dan seorang pendeta di tanjakan Marangit.
Praktik ilegal tersebut juga merusak infrastruktur jalan di kawasan Batu Kajang dan sekitarnya, serta membahayakan keselamatan masyarakat setempat. Media ini sudah berkali kali menghubungi Kapolres Paser, AKBP Novy Adhiwibowo, namun tak direspons.

