EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Sebagai salah satu sekolah favorit di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), SMAN 1 Sangatta Utara selalu banjir peminat. Kendati pendaftar membludak, namun sistem zonasi yang diterapkan pemerintah kini membuat dilema.
Diakui Kepala SMAN 1 Sangatta Utara, Hasbi, bahwa saat ini banyak pendaftar yang berbondong-bondong datang. Namun, tak semua bisa diterima. Sekolah hanya mengutamakan calon siswa yang berada di sekitar SMAN 1 SU, sebab sistem zonasi mengharuskan mengutamakan menerima calon siswa hanya pada lingkungan zonasi.
“Sebenarnya di Sangatta dibagi 3 zonasi dalam penerimaan siswa, dan sekolah kami salah satunya. Namun pada akhirnya banyak juga orang tua dari siswa berprestasi yang mau masuk,” ujarnya saat diwawancarai jurnalis halokaltim.com, Jumat (5/7/19) pagi.
Hasbi mengaku, sebenarnya tak ada kendala dalam proses penerimaan siswa. Hanya saja, orang tua siswa banyak yang mengeluhkan penerimaan siswa dalam sistem zonasi.
“Mereka (orang tua siswa) yang merasa anaknya berprestasi mengeluh tak bisa masuk ke sekolah kami. Kecuali jika nanti setelah semua pendaftaran diterima, lalu ternyata ada ba gku kosong, mungkin di situ siswa lain bisa masuk,” ujar Hasbi. (adv)

