EKSPOSKALTIM.Bontang- Menjadi seorang Kepala Kepolisian di suatu daerah, tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi AKBP Andy Ervyn yang kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kota Bontang.
Namun, sebelum menduduki posisi dan menerima tanggung jawab besar sebagai leader, dia pun pernah merasakan ujian berat dalam hidupnya sebagai seorang patriot yang bertugas didaerah konflik.
Menerima tugas didaerah konflik, adalah ujian paling berat bagi dirinya saat menjadi anggota kepolisian. Kendati demikian, tak ada pilihan untuk berkata “TIDAK” karena hal ini sudah menjadi tanggung jawab seorang anggota Polri untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dibumi pertiwi Indonesia ini.
Menurut lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1996 ini, bertugas di daerah konflik adalah pilihan dan harga mati seorang penegak hukum. Sebab kata dia, di daerah konflik seperti Kalteng tempat ia bertugas pada tahun 2001 lalu, ia melihat dan mengalami hal yang menyangkut kemanusiaan itu dikesampingkan, saat terjadinya kerusuhan antar 2 etnis pribumi di daerah tersebut .
“Bertugas di daerah konflik itu adalah tugas dan pilihan paling berat bagi saya. Karena ditempat seperti itu nilai kemanusiaan dikesampingkan. Tapi itulah tugas kami sebagai seorang pengamanan,” kenang Kapolres, saat ditemui di Mako polres Bontang. Kamis (21/7/2016).
Pria yang sempat mendaftar di Akademi Militer Akabri ini pun berharap, kejadian tersebut tidak terulang lagi, dan tidak terjadi di Kota Taman yang penuh dengan kedamaian kata dia.
“Saya pikir konflik tersebut hanya mendapatkan kerugian saja. Jadi saya berharap, hal ini tidak terjadi lagi, apalagi di Kota Bontang ini saya lihat daerah yang aman dan tentram dari hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Kini, Kapolres yang baru menjabat beberapa bulan di Bontang ini, berupaya menjalankan perannya sebagai motivator yang baik. Dia pun berusaha menciptakan suasana kerja yang baik di kesatuannya, sehingga tercipta atmosfer yang mendorong seluruh personel dipimpinnya mengalami proses pembelajaran terus menerus melalui setiap pelaksanaan tugas.

