Di tengah arus modernisasi yang kian kuat, Kabupaten Kutai Timur mulai menghidupkan kembali Erau Kutai
EKSPOSKALTIM, Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memastikan Erau Kutai tetap digelar pada 2026, meski waktu pelaksanaannya masih menunggu penyesuaian, apakah bertepatan dengan hari jadi daerah pada Oktober atau dijadwalkan secara terpisah.
Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyebut Erau merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kutai yang selama ini diisi dengan rangkaian ritual adat serta kegiatan seni budaya lokal.
“Erau merupakan bagian dari salah satu tradisi warga Kalimantan Timur, yakni Kutai yang dilakukan setiap tahun, diisi dengan berbagai kegiatan seperti ritual adat, seni, dan budaya lokal,” ujarnya, Jumat (24/4).
Rangkaian kegiatan yang disiapkan antara lain Pelas Tanah, Pelas Pijak Tanah, dan Pelas Laut, yang menjadi bagian dari praktik adat masyarakat Kutai, selain juga festival seni dan olahraga tradisional.
Dalam konteks pelestarian budaya, Erau tidak hanya diposisikan sebagai perayaan, tetapi juga ruang untuk menjaga nilai-nilai lokal agar tetap hidup di tengah perubahan sosial. Pemerintah daerah menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting agar tradisi tidak terputus.
https://eksposkaltim.com/berita/budaya-lokal-terancam-kaltim-genjot-bahasa-daerah-16881.html
“Rangkaian kegiatan Erau diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya daerah, sekaligus meningkatkan partisipasi generasi penerus dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” kata Ardiansyah.
Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah daerah juga telah mengukuhkan pemangku adat Kutai di Kutai Timur. Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Sabda Pandita Ratu dari Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Sultan Aji Muhammad Arifin.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat kelembagaan adat sekaligus memastikan peran pemangku adat tetap berjalan dalam menjaga nilai-nilai budaya di masyarakat.
Selain pelestarian budaya, pelaksanaan Erau juga diharapkan memberi dampak pada sektor lain, termasuk pariwisata dan ekonomi masyarakat. Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa fungsi utama Erau tetap pada upaya menjaga kearifan lokal agar tidak tergerus modernisasi.
Ia mengimbau seluruh elemen, baik pemerintah, pelaku seni budaya, hingga masyarakat, terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut guna memastikan keberlangsungan tradisi tetap terjaga.

