Kecurigaan muncul saat mendapati salah satu ruangan dalam kondisi berantakan.
EKSPOSKALTIM, Sangatta – Warga Gang Ma'arif, Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), digegerkan oleh penemuan jasad laki-laki yang telah dalam kondisi tinggal tulang di dalam sebuah gedung sarang burung walet, Sabtu (6/6).
Penemuan itu pertama kali dilaporkan oleh Zulkifli, penjaga sarang walet yang saat itu melakukan pengecekan bangunan setelah sekitar enam bulan tidak memasuki lokasi tersebut.
"Sarang walet itu saya yang diamanahkan untuk menjaga, dan terakhir saya masuk mengecek enam bulan lalu," kata Zulkifli kepada wartawan.
Menurut dia, kecurigaan muncul saat mendapati salah satu ruangan dalam kondisi berantakan.
"Selama enam bulan itu baru tadi saya masuk lagi, dan setelah masuk saya lihat ruang mesin itu berantakan. Di situ saya curiga, kemudian pas saya buka pintu kedua, saya melangkah dua langkah terus saya senter ada orang meninggal. Sekitar jam 1 siang tadi," ujarnya.
Di sekitar jasad, saksi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban.
"Ada senter, ada pisau, tali, tangga dari tali, dan hasil panen sarang walet," ungkapnya.
Laporan penemuan tersebut diterima Polres Kutai Timur melalui layanan Call Center 110 sekitar pukul 13.18 Wita. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung mengamankan area guna mencegah warga memasuki lokasi yang dapat mengganggu proses penyelidikan. Petugas juga melakukan pemeriksaan awal, meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi serta fungsi terkait lainnya.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan hingga kini polisi masih melakukan proses identifikasi terhadap korban.
"Korban telah dievakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kami masih menunggu hasil identifikasi dan pendalaman dari petugas guna mengetahui identitas maupun penyebab kematian korban," kata Fauzan, dikutip dari Hallo Kaltim.
Ia mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penemuan tersebut dan menyerahkan proses pengungkapan kasus kepada aparat kepolisian.
Saat ini Unit Identifikasi bersama Satreskrim Polres Kutai Timur masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya. Situasi di sekitar lokasi penemuan mayat dilaporkan tetap aman dan kondusif.



