EKPOSKALTIM, Kutim – Di penghujung pekan ini tak hanya dinikmati sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim untuk melakukan kunjungan kerja (Kunker).
Usai kunker di Ladang petani Desa Singa Geweh, Sangatta Selatan, dua anggota DPRD Kutim, Angga Redi Niata dan Herlang Mappatitti santai sejenak menikmati panorama pulau Teluk Perancis di Kabupaten Kutai Timur, Sangatta.
Meski akses menuju ke pulau Teluk Perancis terbilang cukup jauh, namun tak menyurutkan langkah mereka. Turut serta keluarga mereka menemani bersama rombongan.
Sementara dari pantauan EKSPOSKaltim, ada dua jalur untuk menuju ke pulau yang berada tepat di sebelah Pantai Teluk Lombok sekira 15 km dari Kota Sangatta.
Rute pertama, yakni menyusuri kawasan Pantai Timur, Sangatta Selatan. Jarak tempuhnya sekira 1,5 jam perjalanan darat sebelum tiba di dermaga.
Sementara jika melalui kawasan Teluk Lombok agak lebih singkat, yakni 1 jam sebelum tiba di dermaga.
Setelah itu perjalanan akan dilanjutkan melalui jalur laut. Rombongan melanjutkan perjalanan dengan menyewa Speed Boat milik masyarakat setempat.
Jarak tempuhnya sebelum menuju pulau Teluk Perancis sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan rombongan disuguhkan pemandangan hutan mangrove primer.
“Hutan bakau disini benar masih sangat alami,” celetuk salah seorang peserta rombongan.
Alasan kedua anggota dewan memilih berwisata ke Teluk Perancis karena pulau tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Kota Tambang. Mereka berdua kompak mengatakan potensi wisata disana cukup besar jika terus dikembangkan.
"Ini adalah milik negara, tapi kalau tempat ini dikelola dengan baik, saya yakin ini dapat menjadi wisata baru di Kutim," ujar Herlang.
Tak sekedar berlibur. Pelisiran kali ini juga dimanfaatkan untuk meninjau pulau Teluk Perancis ini agar layak dijadikan destinasi wisata favorit tak hanya bagi masyarakat Kutim saja.
Selain menikmati panorama pesisir pantai plus pemandangan hutan bakau, mereka turut mencicipi ikan bakar. Serasa lengkap liburan bersama keluarga dan awak media kali ini.
Diketahui pulau di Teluk Prancis memang tak berpenghuni. Namun bukan berarti kosong. Beberapa bangunan Gazebo sudah terbangun.
"Diharapkan, untuk kedepannya pulau ini berkembang menjadi tempat wisata yang dapat menarik wisatawan lokal maupun wisatawan luar," pungkasnya.
Sementara selain jarak tempuh dan akses yang masih sulit, kebersihan pulau menjadi catatan tersendiri bagi mereka.
Sebab karena tak berpenghuni, tumpukan sampah kiriman di sebagian sudut pulau masih jelas terlihat dan belum mendapat penanganan yang maksimal.

