EKSPOSKALTIM, Bontang– Pengadaan eskalator atau tangga berjalan di Gedung DPRD Bontang 2015 silam, diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Menurut sumber Ekspos Kaltim yang enggan disebut namanya mengaku mengetahui perencanaan pengadaan eskalator milik gedung dewan itu.
Jika mengacu ke perencanaan awal, eskalator merek Otis dari Amerika Serikat (USA) yang seharusnya terpasang, bukan merek Sjec dari Tiongkok seperti yang ada saat ini. Di pasaran, pengadaan eskalator dari USA tersebut umumnya dibanderol Rp 750 juta per unit.
Adapun biaya lebih harus dikeluarkan berkisar 15-20 persen dari harga standar, yaitu sebesar Rp 150 juta, jika panjang eskalator melebihi ukuran standar, pajak barang/faktur berkisar 10 persen sebesar Rp 90 juta, dan
biaya pengiriman barang Jakarta-Balikpapan yang rata-rata Rp 30 juta, dan biaya pemasangan Rp 30 juta.
Jika ditotal untuk pengadaan satu unit eskalator berkisar Rp 1miliar per unitnya.
“Itu biaya untuk satu unitnya. Jadi kalau dua unit berarti biayanya sekira Rp 2,1 miliar. Biaya itu belum termasuk biaya pekerjaan sipil untuk landasan dan tumpuan atas eskalator sekira Rp 500 juta,” ucapnya.
Di pasaran, harga pengadaan eskalator Sjec yang saat ini digunakan disinyalir separuh dari harga Otis.
Yang menjadi masalah, kata dia, jika dana pagu anggaran yang digunakan pengadaan eskalator merek Sjec ini mengacu pada penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) merek Otis dari USA.
"Setahu saya begitu, dalam pemesanannya merek Otis produk USA tapi yang didatangkan Sjec sejenis produk Cina (Tiongkok). Otomatis harganya turun, ibarat mau beli mobil Innova, tapi yang datang justru Avanza," ujarnya.
Sementara itu, dari pantauan Ekspos Kaltim di Gedung DPRD di komplek Bontang Lestari, dua buah eskalator merek Sjec beroperasi secara normal.
Saat Ekspos Kaltim mencoba untuk mengkonfirmasi terkait pengadaan eskalator, Sekretaris Dewan (Sekwan) tak kunjung dapat ditemui.
Ekspos Kaltim pun mencoba konfirmasi melaui via telepon, tapi nomor tujuan sedang tak aktif atau di luar jangkauan. “ Pak Sekwan lagi check-up di Samarinda, “ ujar salah seorang staf, kemarin.
Baca juga:
Kasus Eskalator di Gedung Dewan, Sekwan: Nanti Saja Konfirmasi
Kejari dan Polres Bontang Bidik Dugaan Mark Up Eskalator Gedung Dewan

