EKSPOSKALTIM, Samarinda - Didesak ratusan atlet, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serius berjanji akan memperjuangkan sisa pembayaran bonus atlet berprestasi pada PON XIX 2016 di Jawa Barat lalu, masuk dalam rancangan APBD Perubahan 2017.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kaltim Rusman Ya’kub saat menggelar rapat mediasi terhadap ratusan atlet yang tergabung dalam Forum Komunikasi Atlet, Pelatih, Oftek dan Manajer pada PON Kaltim XIX/2016, di ruang rapat utama Kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Karang Paci, Samarinda, Selasa (15/8) siang tadi.
Rusman mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan sisa pembayaran bonus tersebut terealisasi di APBD Perubahan Kaltim 2017, melalui koordinasi anggota komisi IV yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) DRPD Kaltim.
"Jujur saja, dalam rancangan KUPA dan PPAS APBD P Kaltim 2017 yang disampaikan oleh Pemprov Kaltim terkait sisa pembayaran bonus atlet ini belum masuk. Oleh sebab itu kami (Komisi IV) akan memperjuangkan dalam rapat Banggar dan TAPD Kaltim berikutnya,” sebut Rusman didampingi Yahya Anja, Rita Artaty Barito dan Syarifah Fatimah Alaydrus, ketika menerima rombongan atlet, pelatih, oftek dan manajer.
Ia menambahkan, komisi IV memandang sisa pembayaran ini merupakan hutang yang harus segera dibayarkan karena sudah menjadi komitmen bersama antara Pemprov Kaltim dengan DPRD Kaltim. Pasalnya, apabila komitmen tersebut diingkari maka menjadi catatan buruk sejarah Kaltim.
“PON XIX sudah selesai, mereka yang sudah berjuang hingga tetes darah terakhir dan berhasil mengharumkan nama Kaltim di tingkat nasional kini menagih janji. Itu merupakan hal wajar, sudah semestinya daerah memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Seperti diketahui, dari total Rp 38, 9 miliar untuk bonus, yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kaltim 2017 sebesar Rp 24, 9 miliar sedangkan sisanya Rp 14 miliar rencananya pada perubahan APBD Kaltim 2017.
Koordinator Forum Komunikasi Atlet, Pelatih, Oftek dan Manajer Muslimin menyebut kedatangannya guna menyuarakan apa yang selama ini menjadi kegelisahan para atlet peraih medali emas hingga manajer. Karena tidak sedikit dari mereka yang terpaksa menjual sejumlah barang untuk membayar hutang.
“Mereka sudah mengorbankan masa remajanya demi mengikuti program latihan yang ketat setiap harinya. Porsi bertemu keluarga dan temanpun pastinya jauh berkurang, ini semua dilakukan demi mengharumkan nama Kaltim akan tetapi amat sangat disayangkan apabila seluruh jerih parah tersebut tidak mendapat penghargaan sebagaimana semestinya,” tutur Muslimin didampingi Suryadi, Bunyamin, Hendra dan lainnya. (adv)

