EKSPOSKALTIM, Bontang - Warga Nyerakat, Kelurahan Bontang Lestari siap turun ke jalan menggelar unjuk rasa pada Selasa (19/9) besok.
Hal ini sebagai bentuk kekecewaan mereka atas penutupan jalur hauling milik PT Indominco Mandiri (IMM).
Sebelum ditutup mayoritas warga yang berprofesi sebagai sopir kerap hilir-mudik menggunakan jalan tersebut untuk mengangkut batu gunung.
“Rencananya kami langsung demo di jalur hauling besok pagi,” kata Ichal, Koordinator Lapangan Aksi Unjuk Rasa dihubungi via telepon, Senin (18/9).
Kata dia, aksi unjuk rasa rencananya dimulai sejak pukul 8 pagi. Kurang lebih 50 orang yang akan mengikuti.
Ical menyebut aksi dilakukan lantaran belum ada keputusan pasti dari pihak perusahaan tambang batu bara itu yang bisa diterima warga.
“Tentu kita merasa dirugikan. Karena selama ini tidak ada masalah jika melintas di sana. Lalu kenapa beberapa waktu belakangan ini ada larangan,” ucapnya.
Ia menegaskan, jika pada aksi tersebut tak juga mengubah sikap perusahaan, pihaknya akan tetap melakukan aksi susulan hingga tuntutan mereka terpenuhi.
“Jika tidak direspon, ya kami demo lagi," tegasnya.
Para warga ini sebelumnya sudah pernah mengikuti dua kali rapat dengar pendapat bersama pihak PT IMM yang difasilitasi oleh DPRD Bontang, medio Juni silam.
Namun, dari dua kali pertemuan, belum ada titik temu atas masalah ini. Pihak Indominco sendiri kukuh menutup jalan mengacu UU 11/1975 tentang Pertambangan.
Di satu sisi, penutupan tersebut membuat sopir harus berputar melalui jalan Nyerakat dan Tanjung Santan. Selisih jaraknya mencapai 22 kilometer.

